SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mempercepat langkah hilirisasi sumber daya alam (SDA) untuk menumbuhkan ekonomi lokal. Salah satu fokus utama adalah pengembangan industri pengolahan, agar potensi SDA tidak hanya diekspor mentah, tapi bisa menghasilkan nilai tambah di dalam negeri.
Kepala DPPKUKM Kaltim, Henny Purwaningsih, menyatakan, upaya menarik investor ke sektor industri pengolahan kini semakin intensif, terutama di bidang perkebunan sawit.
“Kami ingin industri pengolahan lebih terlihat dan kuat. Saat ini sudah ada beberapa investor, baik asing maupun lokal, yang mulai masuk dan mempersiapkan investasinya,” ujar Henny.
Data dari BPM-BTSP menunjukkan adanya lonjakan minat investasi baru yang kini sedang melalui proses verifikasi teknis. Kabupaten Kutai Kartanegara tercatat sebagai wilayah dengan pertumbuhan industri sawit paling cepat, menandakan daya tariknya bagi investor.
Namun, Henny menegaskan bahwa persiapan lahan yang jelas dan bebas sengketa masih menjadi tantangan utama. Tanpa kepastian lahan, pembangunan industri sulit berjalan optimal.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa kewenangan pengurusan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berada di provinsi, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tetap di bawah pemerintah pusat.
Di sisi lain, kondisi inflasi di Kaltim relatif stabil. Hal ini menunjukkan pengelolaan stok, suplai, dan distribusi bahan pokok berjalan efektif, meski masih terdapat disparitas harga di beberapa daerah akibat keterbatasan infrastruktur.
Dengan langkah hilirisasi yang terus digencarkan, Kaltim diharapkan tidak hanya menjadi pemasok SDA mentah, tapi juga pusat pengolahan yang bernilai ekonomi tinggi.[adv/han911/diskominfokaltim]
Tags
kaltim
