Di Musyawarah dan Halal Bihalal PPM Balangan bahas Syarat Jadi Ketua

MELALUI kegiatan musyawarah dan halalbihalal PPM  Balangan, diharapkan mampu memberikan sumbangsih bagi pembangunan Balangan.| foto : mc balangan

PARINGIN - Dalam kegiatan musyawarah dan halal bihalal Pemuda Panca Marga (PPM) Kabupaten Balangan bahas Syarat dan standar untuk menjadi Ketua.

Kegiatan tersebut dihadiri keluarga besar Veteran Balangan, Rody Rahmady Noor selaku Asisten II Setda Balangan, Dandim 1001 HSU/BLG Letkol Inf. Aldin Hadi, Wakapolres Balangan Kompol Dany Sulistiono bertempat di Gedung Juang, Kecamatan Paringin, Rabu (25/5/2022).

Ketua Cabang PPM Balangan Riduan Darlan menyebut, untuk syarat dan ketentuan pemilihan ketua PPM adalah dari keturunan veteran.

“Syarat dan standar untuk menjadi ketua, AD/ART mereka adalah salah seorang keturunan dari pada veteran baik itu anaknya, cucunya ataupun keturunannya," ujarnya.

Dimana nantinya lanjutnya, tugas mereka memberikan sumbangsih dalam melakukan pembangunan di segala sektor di Kabupaten Balangan.

Ia juga menyebut, beberapa agenda PPM yang terlaksana adalah berhasil mengusulkan, taman makam pahlawan seperti yang ada di Kecamatan Juai dan Tebing Tinggi (Benteng Tundakan).

Sementara itu, Dandim 1001 HSU/BLG Letkol Inf. Aldin Hadi menyampaikan, untuk tetap bisa menjaga eksistensi kegiatan PPM di Kabupaten Balangan.

“Kepada pejabat yang sekarang ini melaksanakan musyawarah, dengan kegiatan ini bisa memilih tongkat estapet kepemimpinan sehingga tetap eksis untuk kegiatan PPM baik yang sudah berjalan, siapapun yang memimpin nantinya, saya yakin apabila dilaksanakan dengan baik organisasi akan berjalan dengan maksimal dan baik pula," ucapnya.

Bupati Balangan yang diwakili oleh Rody Rahmady Noor menyampaikan, untuk pengelolaan taman makam pahlawan yang sebelumnya di sampaikan, pihak Pemerintah Kabupaten Balangan akan melakukan penelusuran untuk pembinaan serta melestarikan tempat wisata sejarah.

“Khusus untuk benteng tundakan kini telah masuk di cagar budaya dimana masuk dalam wisata sejarah yang kita lestarikan. Kita juga membenahi bukan hanya benteng tundakan saja cagar budaya tetapi seperti rumah-rumah banjar, dan termasuk dua gunung batu termasuk cagar budaya," bebernya.

Karena disana kata Rody, terdapat peninggalan-peninggalan jaman prasejarah yang harus di lestarikan dan di lakukan pembinaan agar tetap terawat.[agus/adv]


loading...