Taty Narang Tinjau Langsung Lokasi Robohnya Tanaman Padi di Kawasan Food Estate

PULANG PISAU, MK - Pasca terjadinya musibah robohnya tanaman padi di dua desa di kawasan program Food Estate, yakni di Desa Belanti Siam dan Gadabung, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, membuat Patani merugi.

Pasalnya, akibat musibah tersebut dikabarkan ada ratusan hektar tanaman padi petani di kawasan program Food Estate luluh lantak disapu angin kencang disertai hujan deras yang terjadi pada Selasa 20 Juli 2021 kemarin.

Sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah setempat, Pudjirustaty Narang yang tidak lain adalah Bupati Pulang Pisau didampingi Kepala SOPD terkait meninjau langsung ke lokasi terdampak.

"Sebagai bentuk kepedulian kita (Pemkab Pulpis) terhadap musibah ini, maka kita bersama beberapa Pak Sekda dan Kadis terkait meninjau langsung ke lokasi. Ini tidak juga sebagai tindak lanjut kita atas musibah tersebut," ucap Taty sapaan akrabnya.

Di lokasi terdampak, orang nomor satu di kabupaten berjuluk Bumi Handep Hapakat itu juga langsung mendengarkan keluhan dari warga petani.

Menurut Taty, selain dilanda cuaca ekstrim yang menimpa dua desa, yakni Desa Belanti Siam dan Gadabung ini. Kendala lainnya akibat saluran  primer di kawasan tersebut mengalami penyumbatan alis buntu.

"Nanti dinas terkait dalam hal ini DPUPR akan kita perintahkan untuk segera berkoordinasi dengan Balai Rawa, agar dapat dilakukan pengerukan disaluran yang buntu tadi," kata Bupati.

"Nah, untuk permasalahan pasca panen, kami Pemkab Pulpis juga akan segera berkoordinasi dengan Bulog Wilayah Kalteng. Hal ini agar hasil panen di daerah kita bisa langsung dibeli oleh pihak Bulog," tuturnya mengungkapkan.

Sementara, disampaikan Mujiatno, salah satu anggota Gapoktan Desa Gadabung bahwa sejatinya peristiwa ini memang terjadi karena faktor alam, yakni angin kencang disertai hujan deras.

"Kejadian pada malam Rabu sekitar pukul 19.30 WIB kemarin mas. Dimana, di desa kami terjadi musibah angin ribut yang mengakibatkan tanaman padi para petani banyak yang roboh," katanya membenarkan.

Selain faktor alam, ungkap Mujiatno, kejadian ini juga karena tersumbatnya saluran primer yang mengakibatkan buntu nya saluran air di persawahan, hingga menggenang. 

"Kami dari warga petani mengucapkan terimakasih atas respon cepat dari Ibu Bupati Pulpis beserta rombongan atas kunjungan ke wilayah kami hari ini," ucapnya.

Perlu diketahui, Kadis terkait yang turut mendamping Bupati Pulang Pisau dalam kunjungan tersebut, yakni Kadis PUPR Pulang Pisau, Dr Usis I Sangkai, Kadis Pertanian (Kadistan) Pulang Pisau, Slamet Untung Riyanto, dan Kadis Perhubungan (Kadishub) Pulang Pisau, Dr Supriyadi.[manan]


loading...

Posting Komentar

0 Komentar