DPRD Balangan gelar Rapat Dengar Pendapat bahas kendala klaim BPJS dan ketersediaan obat di Puskesmas se-Kabupaten Balangan.| foto : istimewa
PARINGIN — Pelayanan kesehatan di Puskesmas Kabupaten Balangan terancam terganggu serius. Tumpukan klaim BPJS yang belum diproses mencapai sekitar Rp300 juta dari tiga puskesmas rawat inap, disertai keluhan kelangkaan obat di sejumlah tempat. DPRD pun memberi peringatan tegasnya, Senin (10/8/2026),
Masalah itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat yang digelar, dihadiri anggota DPRD, BPJS Kesehatan Cabang Barabai, Dinas Kesehatan, serta para kepala Puskesmas se-Balangan.
Wakil Ketua I DPRD Balangan, M. Rizkan, menegaskan urusan administrasi tidak boleh menghambat pelayanan kepada masyarakat. "Jangan sampai persoalan ini berlarut-larut hingga warga yang membutuhkan justru dirugikan," ujarnya.
Kepala Puskesmas Awayan menyebut klaim yang belum dibayarkan di wilayahnya saja sudah lebih dari Rp100 juta. Jika digabungkan dengan dua puskesmas lainnya, nilainya mencapai Rp300 juta, yang dikhawatirkan nantinya ikut membebani APBD.
Pihak BPJS telah memberi jalan keluar melalui surat pernyataan tanggung jawab, namun risiko pengembalian dana setelah audit tetap terbuka. Di sisi lain, Dinas Kesehatan menyebut ketersediaan obat mulai diatasi dan didistribusikan kembali.
DPRD menegaskan persoalan ini tidak boleh berhenti sekadar pembahasan di rapat. Jika tidak ada penyelesaian nyata segera, Dewan siap membentuk Panitia Khusus untuk menuntaskan akar masalah pelayanan kesehatan di Balangan secara menyeluruh.[mta/adv]
Tags
balangan
