DPRD Kalteng Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem dan Hentikan Pembakaran Lahan

DPRD Kalteng Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem dan Hentikan Pembakaran Lahan

PALANGKA RAYA – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang masih sulit diprediksi, meskipun wilayah ini mulai memasuki musim kemarau. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Anggota DPRD Kalteng, Sengkon, mengatakan perubahan cuaca yang tidak menentu berpotensi menimbulkan berbagai bencana, mulai dari pohon tumbang, banjir akibat hujan berintensitas tinggi, hingga sambaran petir. Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi hal yang sangat penting.

Imbauan tersebut disampaikan Sengkon pada Kamis (6/8/2026). Ia menilai masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun ketika cuaca menunjukkan tanda-tanda akan terjadi hujan lebat disertai angin kencang.

"Cuaca sekarang sulit diprediksi. Meskipun mulai memasuki musim kemarau, hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir masih sering terjadi. Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem," ujarnya.

Selain mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, Sengkon juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, memasuki musim kemarau, risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan akan semakin meningkat apabila masih ada aktivitas pembakaran.

Dia menegaskan, pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan menjadi langkah penting dalam menjaga lingkungan, melindungi kesehatan masyarakat, serta menghindari kerugian ekonomi akibat kebakaran.

Sengkon berharap masyarakat terus mengikuti informasi prakiraan cuaca dari instansi terkait dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun potensi kebakaran di lingkungan sekitar.

"Dengan sinergi antara masyarakat dan pemerintah, risiko bencana akibat cuaca ekstrem maupun karhutla di Kalimantan Tengah diharapkan dapat diminimalkan," pungkasnya.[andrei/deni]
Lebih baru Lebih lama