BANJARBARU - Demi menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi, produktivitas dan daya saing, pendidikan vokasi mempunyai peran strategis. Sebab, pendidikan vokasi mempunyai kedekatan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui kemitraan, baik pada proses pembelajaran, pengembangan, penguatan SDM, hingga perekrutan lulusan vokasi.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan global.
“Generasi muda, termasuk para siswa SMK-PP, memiliki potensi besar untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam sektor pertanian. Kami berharap mereka terus mengasah keterampilan ini sehingga mampu menjadi agen perubahan dalam mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang berbeda, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengungkapkan generasi muda pertanian bukan hanya belajar teori di sekolah, tetapi juga belajar mengekspresikan gagasan dan solusi melalui seni dan budaya.
"Ini adalah bukti bahwa pendidikan vokasi di bidang pertanian mampu menghasilkan generasi yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap masa depan pertanian Indonesia," imbuh Idha.
Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan di bawah naungan Kementerian Pertanian (Kementan), terus mempersiapkan lulusannya dengan baik, salah satunya dengan kegiatan Workshop Operasional dan Maintenance Alsintan, Selasa (27/1/2026).
Kegiatan ini dalam rangka memberikan kompetensi bagi peserta didik kelas XI dan XII konsentrasi keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) TP. 2025/2026. Pemateri berasal dari teknisi dari PT. Wahana Inti Selaras.
Ketua konsentrasi keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), Nita Aprilia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi siswa ATPH, terkait Operasional dan Maintenance Alsintan.
Adapun materi teori dan praktek yang diberikan diantaranya berupa Pemeliharaan Preventif dan Berkala, Praktik Persiapan Inspeksi dan Prosedur Pemeriksaan, Praktik Pemeliharaan Preventif, dan Praktik Pembuatan Jadwal Pemeliharaan.[]
Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru
