PELAIHARI – Untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, produktif, dan berdaya saing, Kementerian Pertanian (Kementan) terus memaksimalkan pendidikan vokasi.
Pendidikan vokasi dinilai dekat dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui kemitraan pada proses pembelajaran, pengembangan, penguatan SDM, hingga perekrutan lulusan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, sekolah vokasi seperti SMK-PP, Polbangtan, dan PEPI berperan penting memajukan pertanian. Menurutnya, pertanian dapat digarap dengan cara kekinian, didukung SDM yang memadai, dengan Polbangtan sebagai ujung tombak.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, menegaskan peran milenial dan generasi Z dalam pembangunan pertanian.
“Kalian adalah motor penggerak pertanian, melanjutkan peran generasi pendahulu,” ujarnya.
SMK-PP Negeri Banjarbaru sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Vokasi Pertanian di bawah BPPSDMP Kementan, terus meningkatkan kapasitas dan pengetahuan siswa serta tenaga pendidik.
Kali ini, sekolah melaksanakan kunjungan ke DUDI, yakni PT Perkebunan Nusantara IV Regional V Unit PKS Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, serta Unit Pengolahan Berkat Motekar di Pelaihari, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan field trip diikuti 30 siswa kelas XI dan XII Konsentrasi Keahlian Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), didampingi 6 guru dan tenaga praktik APHP SMK-PP Negeri Banjarbaru.
Ketua Konsentrasi Keahlian APHP, Akbar Suhaji, menjelaskan kunjungan dilakukan ke dua lokasi, yakni pengolahan hasil perkebunan di PTPN dan pengolahan hasil hortikultura di Pelaihari.
“Harapannya, siswa termotivasi, memahami kiat usaha, dan memiliki bekal berwirausaha setelah lulus,” pungkasnya.
Kunjungan ke PTPN difokuskan pada pembelajaran pengolahan hasil perkebunan kelapa sawit. Sementara di Unit Pengolahan Berkat Motekar, siswa mempelajari pengolahan hortikultura seperti keripik dan dodol.[]
Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru
