BANJARBARU – Untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, produktif, dan berdaya saing, Kementerian Pertanian (Kementan) terus memaksimalkan pendidikan vokasi.
Pendidikan vokasi dinilai memiliki kedekatan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui kemitraan pada proses pembelajaran, pengembangan, penguatan SDM, hingga perekrutan lulusan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, sekolah vokasi seperti SMK-PP, Polbangtan, dan PEPI berperan penting dalam memajukan pertanian. Pertanian, menurutnya, dapat digarap dengan pendekatan kekinian yang ditopang SDM memadai, dengan Polbangtan sebagai ujung tombak.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, menegaskan peran milenial dan generasi Z dalam pembangunan pertanian.
“Kalian adalah motor penggerak pertanian, melanjutkan peran generasi pendahulu,” ujarnya.
SMK-PP Negeri Banjarbaru sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Vokasi Pertanian di bawah BPPSDMP Kementan, terus meningkatkan kapasitas dan pengetahuan siswa serta tenaga pendidik.
Kali ini, Konsentrasi Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP) melaksanakan pembelajaran “Penerapan Alat Ukur Theodolite dalam Pengukuran dan Perencanaan Lahan Perkebunan serta Pengoperasian GPS dalam Penentuan Titik Koordinat," tuturnya, Kamis (29/1/2026).
Pembelajaran menghadirkan petugas magang dari Laboratorium Supersig, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat, dan diikuti siswa kelas XI dan XII TP 2025/2026 serta PLP SMK-PP Negeri Banjarbaru.
Ketua Konsentrasi Keahlian ATP, Rahma Fitriani Dharmaningtyas, menyampaikan kegiatan ini bertujuan membekali kompetensi penggunaan alat ukur perkebunan bagi siswa.
“Pembelajaran penyiapan lahan ini memberi pemahaman penggunaan Theodolite dan GPS untuk pengukuran luas lahan sebelum tanam,” pungkasnya.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan Theodolite dan GPS, konsep dasar pengukuran dan perencanaan lahan, setting dan kalibrasi Theodolite, praktik pengukuran sudut dan jarak di lapangan, pengoperasian GPS untuk penentuan titik koordinat, serta penerapan hasil pengukuran dalam perencanaan lahan perkebunan.[]
Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru
