SAMARINDA — Terobosan pengobatan HIV melalui obat antiretroviral (ARV) memberikan harapan besar bagi pasien di Kalimantan Timur. Pemerintah Provinsi Kaltim memastikan layanan ARV tersedia secara gratis di 272 fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas, rumah sakit, dan klinik swasta.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menjelaskan bahwa ARV terbukti efektif menekan jumlah virus HIV dalam tubuh sehingga pasien bisa menjalani kehidupan normal tanpa risiko menularkan virus kepada orang lain.
“ARV itu sangat efektif. Jika rutin diminum, pasien bisa hidup normal seperti kita dan tidak jatuh pada penyakit berat,” ujar Jaya.
Jaya menambahkan, ARV bekerja dengan menekan replikasi virus HIV sehingga jumlahnya turun drastis.
“Virus yang tadinya produksinya jutaan bisa turun menjadi 50 atau 30. Jika viral load turun di bawah ambang tertentu, pasien bahkan tidak menularkan virus lagi kepada orang lain,” jelasnya.
Teknologi pengobatan ini memungkinkan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) tetap produktif, bekerja, dan menjalani aktivitas sosial seperti masyarakat pada umumnya.
Meskipun ARV sangat efektif, Jaya menegaskan bahwa keberhasilan terapi tergantung pada kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara rutin.
“Minum ARV tidak boleh putus-putus. Pasien yang disiplin minum obat bisa hidup sehat bertahun-tahun dan menekan risiko komplikasi,” tegasnya.
Dinas Kesehatan Kaltim juga memberikan pendampingan dan edukasi bagi pasien agar memahami pentingnya konsumsi obat, deteksi dini penyakit penyerta, serta kontrol rutin untuk memantau kondisi kesehatan.
Dengan tersedianya ARV secara luas dan gratis, Pemprov Kaltim berharap ODHA semakin percaya diri untuk memeriksakan diri, menjalani pengobatan, dan hidup normal tanpa stigma.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa HIV bisa dikendalikan. Dengan pengobatan yang tepat, ODHA bisa produktif dan aman bagi lingkungan sekitarnya,” tambah Jaya.
Pemerintah juga terus menggabungkan program pengobatan dengan edukasi publik untuk menekan angka penularan baru, mengurangi stigma, dan memastikan bahwa HIV tidak lagi menjadi ancaman yang membatasi kualitas hidup pasien.[han911/adv/diskominfokaltim]
Tags
kaltim
