Kasus HIV di Kaltim Masih Tinggi, 1.018 Kasus Baru Hingga Oktober 2025

Kasus HIV di Kaltim Masih Tinggi, 1.018 Kasus Baru Hingga Oktober 2025

KEPALA Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin.| foto : han911

SAMARINDA — Meskipun layanan pemeriksaan dan pengobatan HIV terus diperluas, jumlah kasus baru HIV di Kalimantan Timur masih menunjukkan tren yang cukup tinggi. Hingga Oktober 2025, tercatat 1.018 kasus HIV baru, 223 kasus AIDS, dan 112 kematian akibat penyakit ini. Total Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang tercatat mencapai 2.018 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk terus memperkuat layanan kesehatan dan strategi pencegahan.

“HIV di Indonesia termasuk endemik. Secara nasional lebih dari 500 ribu orang hidup dengan HIV, dan Kaltim juga masih mencatat kasus yang cukup tinggi,” ujar Jaya.

Jaya menjelaskan perbedaan antara HIV dan AIDS agar masyarakat tidak salah kaprah. HIV adalah kondisi di mana seseorang positif virus HIV (ODHIV), sedangkan AIDS merupakan tahap lanjutan infeksi HIV yang ditandai dengan melemahnya sistem imun dan munculnya penyakit komplikasi.

“Data kita menunjukkan 2.018 ODHIV tercatat sejauh ini, namun hanya 223 orang yang sudah memasuki tahap AIDS,” jelasnya.

Pemahaman ini penting agar pasien mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini, sehingga risiko komplikasi dan kematian bisa ditekan.

Melihat angka kasus yang masih tinggi, Pemprov Kaltim menekankan beberapa langkah strategis:
1. Perluasan Layanan Kesehatan: Pemeriksaan dan terapi ARV tersedia di 272 fasilitas kesehatan di seluruh provinsi.
2. Deteksi Dini dan Konseling: Masyarakat diimbau melakukan pemeriksaan rutin agar kasus HIV dapat segera tertangani.
3. Edukasi dan Pencegahan: Program edukasi menekankan perilaku aman, pengurangan stigma, dan perlindungan kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan pemuda.

“Data kasus ini menjadi alarm bagi kita semua. Semakin banyak yang sadar dan mau diperiksa, semakin cepat kita bisa menekan penularan,” tambah Jaya.

Dengan layanan kesehatan yang semakin dekat dan edukasi yang lebih masif, Pemprov Kaltim berharap angka kasus baru bisa menurun signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Kesadaran masyarakat, kepatuhan pasien terhadap pengobatan, dan dukungan sosial menjadi kunci utama keberhasilan strategi ini.

“HIV bisa dikendalikan. Dengan layanan yang luas, pengobatan gratis, dan edukasi yang tepat, kita bisa menjaga ODHA tetap sehat dan produktif,” pungkasnya.[han911/adv/diskominfokaltim]
Lebih baru Lebih lama