Covid-19 Belum Berakhir, Ibu Ini Semangat Menanam Tumbuhan Herbal

PANDEMI Covid-19 hingga kini masih menghantui masyarakat di Tanah Air. Bahkan hampir 2 tahun berlangsung, wabah virus Corona yang sudah menelan lebih dari ratusan ribuan orang ini belum juga bisa dipastikan kapan berakhir.

Tak ingin larut dalam kecemasan, sejumlah warga berinisiatif menjaga imunitas tubuh dengan cara masing-masing. 

Tak terkecuali dengan Erni, seorang ibu rumah tangga di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Selain tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan (prokes) sebagaimana anjuran pemerintah, wanita 41 tahun ini juga rajin menanam berbagai tumbuhan apotek hidup atau tanaman herbal.

Sebut saja, seperti jahe, kunyit dan serai yang Ia tanam di pekarangan rumahnya. Pun dengan pohon kelor yang diyakini mengandung khasiat untuk imunitas tubuh. 

Tumbuhan tergolong obat-obatan herbal ini Ia tanam sejak isu pandemi Covid-19 merebak di luar negeri. Sebelumnya ibu 3 anak ini hanya cukup membeli di pasar.

"Saya mulai rajin menanam tanaman herbal, khususnya jahe, kunyit, serai dan pohon kelor di halaman rumah sejak pandemi, dan makin menekuni begitu Indonesia dinyatakan pandemi Covid-19," ungkap Erni, Kamis (18/11/2021).

Erni mengaku mendapat pengetahuan tentang obat-obatan dari buku dan searching di google. Setidaknya tumbuhan ini mampu menjaga kondisi dan imunitas tubuh. Apalagi ketika pandemi orang juga mulai ramai membudidayakan tanaman herbal di pekarangan rumah.

"Anak dan suami juga rutin disiapkan untuk mengonsumsi, seperti air jahe, kunyit, serai dengan cara diseduh dengan air panas atau direbus. Biasanya rutin setiap malam sebelum tidur," tuturnya.

Menurutnya, selain mengonsumsi tumbuhan-tumbuhan herbal, semangat untuk sehat di tengah pandemi Covid-19 ini harus tetap kuat. Sebab semangat juga bagian dari menguatkan imunitas dari dalam diri. 

Tentunya, lanjut Erni, anak-anak juga selalu diingatkan untuk selalu disiplin prokes 5M, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas di luar rumah.

"Bagaimana pun kewaspadaan di masa pandemi ini harus tetap tinggi. Mudah-mudahan pandemi yang cukup banyak membuat orang menderita ini cepat berlalu dan semua aktivitas kembali normal," pungkasnya.

Tak terasa sudah hampir 2 tahun pandemi Covid-19 ini menyelimuti Indonesia tercinta. Ironisnya, hingga kini juga wabah ini belum dipastikan bakal berakhir.

Entah kapan bakal berakhir, tentunya masyarakat Indonesia harus tetap mampu bertahan dengan tetap mengikuti anjuran pemerintah tentang prokes dan langkah pencegahan.[anshari]


loading...

Posting Komentar

0 Komentar