Terancam Berdampak Sosial, DPRD Minta Pemprov Kalsel Jaga Stabilitas

BANJARMASIN, MK - Wabah vitus Corona telah menjadi pandemik. Di sejumlah negara bahkan telah mengeluarkan regulasi untuk mengimbau warga melakukan social distancing. Ini juga mulai diterapkan di Kalimantan Selatan.
Kalsel sendiri kini berstatus Ttanggap Darurat Covid -19. Status ini juga berdampak terhadap turunnya aktivitas masyarakat. 
Kondisi penurunan kegiatan masyarakat dari sekolah, bekerja maupun berdagang dan lainnya, khususnya di Kota Banjarmasin mendapat tanggapan dari Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Luthfi Syaifuddin.
"Jika ini terus menerus berlangsung hingga dua sampai tiga bulan ke depan tanpa adanya solusi, ini akan mempengaruhi dinamika sosial yang ada di masyarakat," ujar Syaifuddin kepada awak media, Selasa (24/3/2020).
Lebih dikhawatirkan lagi, lanjutnya, bakal muncul gejolak sosial, seperti rush money, panic buying, bahkan chaos atau kekacauan. Terlebih penularan virus Corona ini terbilang cepat dan belum diketahui kapan batas waktu berakhir penyebarannya.
Menurutnya, yang paling merasakan dampak negatif dari virus ini adalah masyarakat menengah ke bawah. Dalam kondisi tidak kondusif saat ini, bahan-bahan kebutuhan pokok bisa saja langka dan kemampuan membeli mereka yang rendah.
Contohnya, saat ini harga gula sudah melonjak tajam di kisaran Rp20.000 per kilogram.
"Perlu antisipasi sejak dini yang ditakutkan berlarut-larut sehingga menimbulkan dampak negatif ke depannya, meski saat ini pasokan pangan di Kalsel dinilai aman-aman saja," bebernya.
Dikatakan politisi Gerindra ini, sekarang tidak lagi hanya sekedar aturan berupa imbauan semata, pemerintah juga diminta tegas menjaga stabilitas di Bumi Lambung Mangkurat ini.
"Kita mengimbau kepada Pemerintah Provinsi dan turunannya memperhatikan dan memikirkan solusinya," tutupnya. [fuad]

loading...
TAG