KPPI Kalsel Siapkan Perempuan Maju di Pemilu 2024

BANJARMASIN, MK - Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kalimantan Selatan mulai mempersiapkan keterlibatan mereka secara maksimal di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang. 
Ketua KPPI Kalsel, Hj Dewi Damaiyanti Said usai dilantik di Mahligai Pancasila Banjarmasin, Rabu (19/2/2020) mengatakan, undang-undang telah memberikan kuota 30 persen keterwakilan perempuan di legislatif. 
Undang-undang itu, lanjutnya, antara lain UU nomor 31 tahun 2002 tentang Partai Politik, UU nomor 12 tahun 2003 tentang Pemilihan Umum, UU nomor 2 tahun 2008 tentang Partai Politik dan UU nomor 10 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR dan DPRD. 
"Pemilu 2009 lalu semua Parpol sudah mengisi 30 persen caleg (calon legislatif, red) perempuan. Namun keberhasilan duduk di legislatif tidak mencapai 30 perseb," ujarnya.
Gerakan yang tengah dirancang KPPI Kalsel, antara lain membentuk di seluruh kabupaten/kota. Hal ini diyakini sebagai upaya penguatan opini masyarakat agar tidak ragu memilih perempuan.
"Mudah-mudahan dalam tahun ini selesai, sehingga Pemilu 2024 nanti kita sudah mempersiapkan dengan banyak pendidikan-pendidikan politik, seminar dan lain-lain," tambahnya
Organisasi perempuan pegiat politik lintas partai politik ini sebenarnya telah berdiri di Jakarta sejak tahun 2000 lalu. 
"Organisasi ini sempat mati suri, karena tidak bisa bergerak terkendala dengan biaya untuk menjalankan organisasi," bebernya.
Tak bisa dipungkiri, fakta itu dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya opini yang terbentuk di masyarakat.
"Budaya patriarki menghambat kemajuan politisi perempuan, yaitu adanya anggapan tugas perempuan adalah di rumah sedangkan politik adalah dunianya kaum lelaki," imbuhnya.
Sementara dari sisi agama, banyak yang menganggap perempuan tidak dipilih karena perempuan tidak boleh menjadi imam.
"Padahal duduk di legislatif bukanlah pimpinan umat, hanya sebagai perwakilan dari kaum perempuan," tutupnya.[wahyu]

loading...

Posting Komentar

0 Komentar