Jawab Perubahan Dunia, Ini Dua Strategi yang diterapkan Bank Kalsel

BANJARMASIN, MK – Fokus kepada people development alias pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan digitalisasi, tampak menjadi dua strategi penting manajemen Bank Kalsel sepanjang 2019.
Ini dinilai penting dan harus segera dilakukan, mengingat dunia telah berubah secara teknologi dan kebutuhan akan kualitas SDM. Ini disadari betul Bank Kalsel, hingga diputuskan sebagai langkah penting untuk diwujudkan.
Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin, Kamis (4/7/2019) mengungkapkan, dalam waktu singkat mulai awal 2019, manajemen Bank Kalsel telah menetapkan dua grand strategy pengembangan di masa mendatang, yaitu focus pada people development dan digitalisasi
“Dua hal ini kami anggap menjadi perkara pokok dan urgent, karena dunia telah benar-benar berubah. Jika kita tidak mampu beradaptasi untuk ikut berubah, maka kita akan punah,” terang Agus.
Menurut Agus, dua strategi besar ini menjadi pedoman dan arah bagi setiap pengembangan yang dilakukan Banknya Urang Banua ini untuk masa akan datang
Pertama, lanjut Agus, karena setiap karyawan harus bisa mengembangkan kemampuan, skill dan kapasitasnya.
“Dia harus paham bagaimana membangun super team di internal, dan dia juga harus paham bagaimana meningkatkan pelayanan kepada nasabah,” jelasnya.
Karena karakter, perilaku dan selera manusia sekarang dinilai begitu cepat berubah, seiring dengan subjek serta objek bernama millenials.
Untuk kedua, sambung Agus, adalah digitalisasi. Secara harfiah, millenials adalah generasi kekinian, di mana mereka lebih menyukai hal-hal baru yang berbau digital dari pada konvensional.
“Sadar atau tidak sadar, dari sisi internal sebagian besar kita adalah generasi milenial. Suka tidak suka, konsumen kita juga akan bergeser, didominasi oleh generasi milenial,” tutur Agus.
Dengan kondisi ini, sejatinya menjadi tantangan untuk maju atau bukan malah alergi terhadap kecanggihan teknologi.
“Jadi, apakah kita masih gerah dengan perubahan?,” pungkas Agus.[mia/adv]
loading...
TAG