Tarif Papadaan Rp5.000 Terintegrasi, Bank Kalsel Dukung Lewat Aksel

Tarif Papadaan Rp5.000 Terintegrasi, Bank Kalsel Dukung Lewat Aksel

BANJARMASIN – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Selatan bersama Dishub Kota Banjarmasin dan Dishub Kota Banjarbaru menerapkan Tarif Papadaan untuk layanan transportasi publik perkotaan. Program ini memungkinkan masyarakat menggunakan tiga moda transportasi dengan tarif terintegrasi sebesar Rp5.000.

Melalui skema tersebut, pengguna dapat berpindah moda antara Trans Banjarbakula, Trans Banjarmasin, dan Trans Banjarbaru hingga tiga kali perjalanan dengan satu kali pembayaran. Tarif berlaku selama 90 menit dan dapat dibayarkan menggunakan kartu prabayar nirsentuh, QRIS, maupun aplikasi dompet digital.

Penerapan Tarif Papadaan mendapat dukungan Bank Kalsel melalui aplikasi Aksel. Bank pembangunan daerah tersebut berperan mendukung integrasi sistem pembayaran ketiga moda transportasi agar masyarakat dapat menikmati layanan yang lebih praktis dan terjangkau.

Kepala Dishub Provinsi Kalsel, M. Fitri Hernadi, mengatakan dukungan Aksel menjadi bagian dari fasilitasi proyek perubahan berupa implementasi tarif terintegrasi untuk layanan Trans Banjarbakula dan Trans Banjarmasin.

“Dari aplikasi Aksel, fasilitasi proyek perubahan, implementasi Tarif Papadaan, yaitu tarif terintegrasi untuk Trans Banjarbakula dan Trans Banjarmasin. Kita berharap ini tidak hanya terkait dengan layanan angkutan perkotaan, tetapi juga digitalisasi keuangan, kemudian peningkatan pendapatan daerah, dan creative financing yang bisa dikerjasamakan Bank Kalsel dengan Dinas Perhubungan, serta dari kolaborasi antarpemerintah daerah,” jelas Fitri, Kamis (8/10/2026).

Ia menambahkan, pengembangan layanan ke depan juga diarahkan pada penyediaan tarif berlangganan yang dapat dibeli melalui aplikasi Aksel. Skema tersebut diharapkan memberikan tarif yang lebih murah sekaligus memudahkan masyarakat dalam mengakses transportasi publik.

Sementara itu, Direktur Bisnis Bank Kalsel, Izhar, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung program pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, termasuk dalam mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran.

“Terutama sebagaimana komitmen kita dengan Bank Indonesia, akan selalu mendukung digitalisasi Kalimantan Selatan. Salah satu kegiatannya ada di Trans Banjarbakula, yakni mendorong digitalisasi,” ujarnya.

Melalui penerapan Tarif Papadaan, pemerintah daerah bersama Bank Kalsel berharap penggunaan transportasi publik semakin meningkat. Selain memberikan kemudahan dan efisiensi biaya perjalanan, integrasi tarif dan pembayaran digital ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi serta mendukung pengembangan transportasi perkotaan yang lebih modern dan berkelanjutan.[adv]
Lebih baru Lebih lama