KAPUAS - Gerakan Tanam Padi menjadi salah satu strategi Kementerian Pertanian untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang telah dibangun melalui program Oplah dan CSR. Melalui peningkatan frekuensi tanam, lahan yang tersedia diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap peningkatan produksi pangan nasional.
Selain memperluas areal tanam, kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan indeks pertanaman sehingga lahan dapat dimanfaatkan lebih intensif dan produktivitas pertanian terus meningkat dari waktu ke waktu.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan langkah penting dalam menjaga stabilitas produksi pangan nasional sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan berkelanjutan.
Menurutnya, setiap lahan yang telah mendapatkan dukungan program pemerintah harus segera dimanfaatkan secara optimal agar mampu menghasilkan produksi yang berdampak langsung terhadap ketersediaan pangan nasional.
Ditambahkan Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti berharap penanaman melalui program CSR tidak mengalami keterlambatan.
"Hambatan terkait tata air perlu segera diperbaiki agar lahan yang biasanya mulai tergenang pada bulan Januari tetap dapat diupayakan untuk ditanami," kata Idha.
Idha menambahkan, diperlukan sinergi dan kerja sama seluruh stakeholder untuk mengatasi berbagai kendala sehingga kegiatan penanaman dapat terlaksana secara optimal.
Kali ini SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, selaku Unit Pelaksana Teknis Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP), Kementan kembali melaksanakan giat Tanam Bersama di Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (8/10/2026).
Lokasi Panen berada di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Desa Bina jaya, kecamatan Dadahup Cetak Sawah Rakyat Blok A1, Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah.
Panen ini mengundang Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, BRMP Kalimantan Tengah, Perwakilan BWS Kalimantan 2, Dinas Ketahanan Pangan Dan Perikanan Kabupaten Kapuas, BPS, PT Pupuk Indonesia, Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Danramil, Katimker, Penyuluh, Pendamping dan tamu lainnya.
Adapun luasan lahan yang di panen sebesar 10 Ha, dengan hasil ubinan sebesar 3,6 Ton. Panen kali ini menggunakan alsintan combine harvester.
Untuk benih yang digunakan yaitu varietas benih unggul lokal kalteng nyai undang, sedang di proses label nya oleh BPSB Provinsi Kalimantan Tengah. Diharapkan varietas benih unggul lokal ini bisa menjadi benih sumber untuk petani dikalimantan tengah terutama disaat kondisi cuaca ekstrem untuk pH maupun air.
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri A.P., selaku penanggungjawab dan pendamping Brigade Pangan di Kalimantan Tengah, terus mendukung serta mendampingi Brigade Pangan agar lebih meningkatkan usahanya, lebih memberikan dampak bagi masyarakat disekitarnya. Demi mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.[adv]
Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru
