BANJARBARU – Upaya membangun budaya integritas di lingkungan pendidikan terus diperkuat Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru. Bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sekolah menggelar Sosialisasi Gratifikasi dan Penguatan Budaya Integritas di Lingkungan Satuan Pendidikan, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMK-PP Negeri Banjarbaru tersebut menjadi bagian dari upaya membekali tenaga pendidik, pegawai, dan siswa dengan pemahaman mengenai bahaya korupsi, gratifikasi, serta pentingnya menerapkan nilai-nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pencegahan korupsi dan penguatan integritas merupakan bagian penting dalam agenda reformasi birokrasi di Kementerian Pertanian (Kementan). Menurutnya, unit pendidikan vokasi harus mampu menjadi contoh dalam menerapkan budaya kerja yang bersih, profesional, transparan, dan akuntabel.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa pembangunan karakter dan integritas merupakan fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian masa depan.
“Lembaga pendidikan vokasi tidak hanya bertugas membentuk SDM yang kompeten, tetapi juga harus melahirkan generasi yang beretika, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki komitmen untuk menjauhi perilaku koruptif,” ujarnya.
Menurut Arsanti, upaya pencegahan korupsi perlu ditanamkan sejak dari lingkungan pendidikan melalui pembiasaan perilaku jujur, transparan, disiplin, dan bertanggung jawab. Ia juga mendorong seluruh satuan pendidikan vokasi di bawah BPPSDMP untuk terus memperkuat tata kelola dan akuntabilitas sehingga setiap proses penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai ketentuan dan regulasi.
Sosialisasi tersebut diikuti oleh Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Kasubbag Tata Usaha, pegawai, serta siswa kelas X Tahun Akademik 2026/2027.
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana, mengatakan kegiatan bersama KPK menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah mengenai gratifikasi dan korupsi.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan pengetahuan sehingga seluruh warga SMK-PP Negeri Banjarbaru semakin memahami dan lebih peduli terhadap gratifikasi maupun korupsi,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai-nilai yang diperoleh melalui kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap sebagai lembaga maupun individu dapat menerapkan nilai-nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari. Pencegahan korupsi bukan hanya tugas aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama, termasuk masyarakat dan lembaga pendidikan,” kata Angga.
Dalam kegiatan tersebut, SMK-PP Negeri Banjarbaru menghadirkan Sugiarto, Kasatgas Sertifikasi dan Pemberdayaan Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Aksi KPK, sebagai narasumber. Materi yang disampaikan mengangkat tema “Penguatan Integritas, Budaya Antikorupsi dan Gratifikasi.”
Sugiarto memberikan pemahaman mengenai penguatan integritas dan antikorupsi, tugas dan peran KPK, pengenalan tindak pidana korupsi, hingga peran pelajar dalam membangun budaya antikorupsi.
Selain itu, peserta mendapatkan penjelasan mengenai berbagai jenis tindak pidana korupsi, strategi pencegahan korupsi di lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari, mekanisme pelaporan pelanggaran, serta pentingnya transparansi dan akuntabilitas.
Dalam pemaparannya, Sugiarto menekankan bahwa gerakan antikorupsi dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Di antaranya berani menolak gratifikasi, menghindari konflik kepentingan, bersikap jujur, serta menjalankan tugas sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan ini, SMK-PP Negeri Banjarbaru berharap seluruh warga sekolah dapat menjadi bagian dari gerakan membangun budaya integritas. Nilai-nilai antikorupsi diharapkan tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga dibawa oleh para siswa dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Penguatan budaya integritas sejak bangku sekolah menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda pertanian yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga berkarakter, beretika, dan memiliki komitmen terhadap tata kelola pemerintahan serta pembangunan yang bersih.[adv]
Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru
