Keindahan Golden Sunrise di Puncak Sikunir, Bayar Lunas Lelahnya Pendakian Dieng

Keindahan Golden Sunrise di Puncak Sikunir, Bayar Lunas Lelahnya Pendakian Dieng

PENULIS (kanan bawah) bersama tim tour Polce Adaro saat berada di Puncak Sikunir bersama tokoh pers di Kalsel.| foto : anshari

BAGI sebagian orang, mungkin mendaki ke puncak Bukit Sikunir yang berada di kawasan dataran tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menjadi sesuatu yang biasa saja. Apalagi bagi mereka yang pernah atau bahkan beberapa kali sudah menaiki puncak Bukit Sikunir.

Namun tentunya berbeda bagi saya, di mana begitu merasakan kali pertama suasana puncak Bukit Sikunir, keindahan luar biasa pun terasa begitu indah dan menjadi pengalaman berharga yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Bukit Sikunir sendiri merupakan destinasi wisata alam yang kini makin populer, di mana pemandangannya bisa dikatakan masuk dalam kategori golden sunrise. Bukit ini dikelilingi beberapa gunung besar seperti Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Prau, hingga Gunung Slamet.

Bukit yang terletak di Desa Sembungan ini berada di ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut (MDPL). Untuk sampai ke atas puncak Sikunir membutuhkan waktu tempuh dengan berjalan kaki sekitar 30 sampai 40 menit, dari titik kumpul.

Ketika penulis menaiki Puncak Sikunir ini suhu berada di angka 9 derajat celcius. Kondisi cuaca dingin dengan suhu rendah ini cukup membuat napas menjadi ngos-ngosan, karena memang berada di ketinggian lebih dari 2.300 mdpl membuat oksigen menipis dibanding di dataran rendah.

Beruntung di lokasi pendakian ini tanjakan ekstrem tidak terlalu terasa, karena pengelola wisata alam ini membuat ratusan anak tangga dari bebatuan yang disusun rapi dan cukup aman untuk dilewati. Apalagi di tepian tangga juga disediakan pegangan.

Untuk mendapatkan pemandangan indah golden sunrise, ribuan pendaki harus memulai perjalanan sebelum waktu subuh atau sekitar pukul 04.00 WIB dari titik kumpul. 

Meski melelahkan, sejuknya cuaca, keindahan pegunungan sekitar Bukit Sikunir dan terbitnya mentari jingga, cukup membayar dahaga akan indahnya ciptaan sang khaliq. Terlebih awan yang menyelimuti Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, semakin memanjakan mata dan menenangkan hati.

Penulis tak sendiri dalam melakukan pendakian ini, karena naik bersama tim tour Pers Organization Leader Convention alias Polce. Kegiatan yang diprakarsai PT. Adaro, di mana pendakian langsung dikomandoi Kadarisman ini diikuti Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan Zainal Helmie, dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Kalsel Fitrie Ansorullah.

Kemudian juga Ahli Pers Kalsel Fathurrahman, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalsel Dina Qomariah, Ketua Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS) Kalsel, Fachrudin Nor Ifansyah dan saya sendiri Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalsel Anshari Yannoor.

Selain pimpinan organisasi pers dari Kalsel, pendakian juga diikuti pimpinan organisasi pers dari Provinsi Kalimantan Tengah, dan tentunya juga jajaran dari PT. Adaro Indonesia.[]

Penulis : Anshari
Lebih baru Lebih lama