Harga TBS Sawit Kalteng Periode II Mei 2026 Turun di Seluruh Kelompok Umur Tanaman

Harga TBS Sawit Kalteng Periode II Mei 2026 Turun di Seluruh Kelompok Umur Tanaman

PALANGKA RAYA – Harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami penurunan pada seluruh kelompok umur tanaman untuk periode II Mei 2026 dibandingkan periode I Mei 2026.

Penurunan ini berlaku bagi pekebun mitra plasma maupun swadaya di seluruh wilayah Kalteng.

Penetapan tersebut diputuskan dalam Rapat Penetapan Harga Pembelian TBS Kelapa Sawit Produksi Perkebunan Mitra Plasma dan Swadaya Periode II Mei 2026 yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Kamis (4/6/2026) oleh Pemerintah Provinsi Kalteng bersama pihak terkait sektor perkebunan sawit.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng, Rizky Ramadhana Badjuri, menjelaskan bahwa penurunan harga terjadi merata pada seluruh kelompok umur tanaman, mulai dari umur tiga tahun hingga 25 tahun, dengan besaran penurunan yang bervariasi di setiap kategori.

Untuk tanaman umur tiga tahun, harga TBS turun dari Rp3.054,35 menjadi Rp2.847,42 per kilogram.

Umur empat tahun turun dari Rp3.173,77 menjadi Rp2.959,50, sementara umur lima tahun turun dari Rp3.325,04 menjadi Rp3.100,66 per kilogram. Penurunan berlanjut pada kelompok umur enam hingga sembilan tahun dengan rata-rata koreksi harga di atas Rp230 per kilogram.

"Penurunan terbesar tercatat pada kelompok umur produktif 10 hingga 20 tahun. Harga TBS pada kategori tersebut turun dari Rp3.749,40 menjadi Rp3.493,43 per kilogram atau berkurang Rp255,97,"ucapnya

Dia menjelaskan, sementara tanaman umur 21 hingga 25 tahun juga mengalami penurunan bertahap, dengan harga terendah tercatat pada umur 25 tahun yakni Rp3.118,44 per kilogram.

Menurut Rizky, turunnya harga TBS pada periode ini dipengaruhi melemahnya harga komoditas crude palm oil (CPO) dan kernel di pasar lokal Kalteng. 

Rata-rata harga CPO lokal tercatat sebesar Rp14.106,17 per kilogram, turun dari periode sebelumnya yang berada pada angka Rp15.079,85 per kilogram atau terkoreksi Rp973,68.

Selain itu, rata-rata harga kernel lokal juga mengalami penurunan dari Rp15.049,74 menjadi Rp13.768,50 per kilogram atau turun sebesar Rp1.281,24. 

Sementara faktor “K” yang menjadi salah satu komponen penetapan harga tercatat sebesar 92,05 dan tidak mengalami perubahan dibanding periode sebelumnya.

Menanggapi hasil penetapan harga tersebut, Rizky Ramadhana Badjuri mengingatkan seluruh pabrik kelapa sawit (PKS) dan perusahaan besar swasta (PBS) agar mematuhi harga acuan yang telah ditetapkan bersama.

“Kita mengingatkan kembali kepada teman-teman PKS dan PBS, tentunya bisa mematuhi apa yang sudah kita hitung pada hari ini,” Pungkasnya.[andrei/deni]
Lebih baru Lebih lama