Sasar Generasi Muda, Booth Satgaswil Kalteng di Kalteng Expo 2026 Hadirkan Podcast Edukatif

Sasar Generasi Muda, Booth Satgaswil Kalteng di Kalteng Expo 2026 Hadirkan Podcast Edukatif

SUASANA kegiatan Edukasi bahaya IRET oleh Satgaswil Kalteng bersama Lintas Instansi.| foto : istimewa

PALANGKA RAYA – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Kalimantan Tengah memanfaatkan momentum peringatan HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah melalui gelaran Kalteng Expo 2026 untuk mengedukasi masyarakat terkait bahaya Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), serta ancaman penyebaran paham kekerasan melalui media sosial dan game online.

Kegiatan yang dipusatkan di stand booth Satgaswil Kalteng di kawasan Kalteng Expo 2026, Halaman GOR Indoor Serbaguna Jalan Tjilik Riwut Km 5 Palangka Raya, berlangsung mulai 17 hingga 23 Mei 2026 tersebut menjadi bentuk sinergi lintas instansi dalam memperkuat wawasan kebangsaan dan menjaga kerukunan masyarakat di tengah perkembangan era digital.

Dalam kegiatan itu, Satgaswil Kalteng menggandeng Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Kalimantan Tengah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Tengah, serta Radio Evella 96.7 FM.

Kasatgaswil Kalteng Kombes Pol. Yulianto Rombe Biantong, S.H. melalui IPTU Ganjar Satriyono, S.Sos., M.AP mengatakan, kolaborasi lintas instansi dan elemen masyarakat sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman radikalisme yang kini berkembang semakin masif melalui media digital.

“Kegiatan ini sangat dibutuhkan mengingat masifnya penyebaran paham radikalisme melalui media digital. Oleh karena itu, diperlukan edukasi, kontra narasi, dan penguatan wawasan kebangsaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Menurut IPTU Ganjar, anak-anak dan remaja usia sekolah menjadi kelompok yang rentan terpapar paham kekerasan melalui penggunaan media sosial maupun game online yang tidak terkontrol.

Karena itu, Satgaswil Kalteng menghadirkan berbagai kegiatan edukatif di booth pameran, mulai dari podcast interaktif, pemasangan pamflet, sosialisasi bahaya intoleransi dan radikalisme, penayangan video kontra narasi, ikrar dan tanda tangan anti radikal, hingga pembagian stiker edukasi tentang bahaya bullying serta penyalahgunaan media sosial.

Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari berbagai unsur masyarakat, di antaranya tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, generasi muda, hingga Senkom Mitra Polri.

Salah satu sesi yang menarik perhatian pengunjung ialah podcast edukatif yang menghadirkan Wakil Ketua FKUB Kalimantan Tengah, Prof. Drs. Oka Swastika, S.H., M.Si., dengan tema “Satukan Frekuensi Beragama, Bersuku dan Berbudaya, Satukan Indonesia.”

Dalam pemaparannya, tokoh agama Hindu Kalimantan Tengah tersebut mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama, memperkuat toleransi, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman suku dan budaya bangsa.

Melalui kegiatan itu, Satgaswil Kalteng bersama seluruh pihak yang terlibatunk  berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, memperkuat moderasi beragama, serta menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan paham kekerasan demi terciptanya Kalimantan Tengah yang aman, damai, dan harmonis.[zulkifli/rl]
Lebih baru Lebih lama