​Jelang Idul Adha, Pemkab Kapuas Pastikan Stok Bahan Pokok Aman di Pasar

​Jelang Idul Adha, Pemkab Kapuas Pastikan Stok Bahan Pokok Aman di Pasar

WABUP Kapuas Dodo, Sekda Usis I. Sangkai saat memantau langsung ketersediaan dan harga bahan pokok di Pasar Blok R jelang Idul Adha.| foto : istimewa

​KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas memastikan ketersediaan pasokan pangan aman dan stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga menjelang Hari Raya Idul Adha. Kepastian ini diperoleh setelah Wakil Bupati Kapuas, Dodo, memimpin langsung inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Blok R, Jalan Anggrek, Kelurahan Selat Hilir, Kecamatan Selat, pada Selasa (26/5/2026) pagi.

​Langkah proaktif ini sengaja diambil oleh pemerintah daerah guna mengontrol situasi pasar, mencegah kelangkaan, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan.

​Dalam peninjauan lapangan tersebut, Wakil Bupati Dodo didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I. Sangkai, unsur Forkopimda, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II), serta para kepala dinas terkait yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kapuas.

​Berdasarkan hasil pemantauan langsung di sejumlah lapak pedagang, Dodo menyampaikan bahwa secara umum stok bahan kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Kapuas relatif aman dan tidak ditemukan adanya indikasi kelangkaan barang yang berarti di pasar tradisional.

​"Alhamdulillah, ketersediaan untuk bahan sembako yang ada relatif tidak ada kelangkaan, cuma memang bervariasi dan ada fluktuasi di harga, terutama pada komoditas daging ayam potong. Mengingat besok sudah memasuki Hari Raya Idul Adha, maka pagi hari ini kami dari pemerintah daerah turun langsung untuk mengontrol situasi pasar," ujar Dodo di sela peninjauan.

​Meskipun pasokan dinilai aman, pemantauan tersebut mencatat adanya fluktuasi signifikan pada komoditas daging ayam potong di beberapa titik pasar. Harga daging ayam sempat menyentuh angka Rp52.000 hingga Rp55.000 per kilogram, melonjak dari harga normal yang biasanya berkisar antara Rp30.000 sampai Rp35.000 per kilogram.

​Menyikapi lonjakan harga tersebut, Pemkab Kapuas bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama asosiasi pedagang unggas guna meredam isu kenaikan tarif operasional pemotongan yang memicu keresahan.

Dodo menegaskan bahwa pemerintah daerah hingga saat ini belum memiliki rencana untuk menaikkan tarif di Rumah Potong Unggas (RPU). Kebijakan yang dilakukan saat ini murni berupa relokasi dan penataan pedagang ke fasilitas RPU baru di Jalan Jepang, tanpa adanya beban biaya tambahan.

​Di akhir peninjauan, Pemkab Kapuas mengimbau masyarakat luas agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu atau informasi palsu (hoaks) mengenai lonjakan harga sepihak. TPID bersama dinas teknis berkomitmen akan terus mengawal pergerakan harga komoditas strategis guna memastikan iklim perdagangan di Daerah Tingang Menteng Panunjung Tarung tetap kondusif.[zulkifli]
Lebih baru Lebih lama