BATULICIN — Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Workshop Penyusunan Peta Proses Bisnis (Probis) Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kegiatan yang berlangsung di Batulicin, belum lama ini, diikuti perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tanah Bumbu.
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Asisten Bidang Administrasi Umum HM Yamani mengatakan, penyusunan peta proses bisnis merupakan langkah strategis untuk memvisualisasikan seluruh proses kerja pemerintahan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan dan evaluasi.
“Peta proses bisnis menjadi instrumen penting dalam penataan organisasi dan tata laksana, sekaligus meningkatkan kinerja sesuai prinsip good governance,” ujar Yamani.
Menurutnya, peta proses bisnis yang tersusun dengan baik akan memberikan kejelasan peran bagi setiap unit kerja maupun individu dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing. Dengan demikian, potensi tumpang tindih pekerjaan dapat diminimalkan sehingga tercipta sistem kerja yang lebih efektif dan efisien.
Selain mendukung penataan organisasi, penyusunan Probis juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Proses kerja yang tertata secara sistematis diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih cepat, transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini mengacu pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 19 Tahun 2018 tentang Penyusunan Peta Proses Bisnis Instansi Pemerintah yang menegaskan pentingnya Probis sebagai bagian dari implementasi reformasi birokrasi di lingkungan pemerintah.
Melalui workshop tersebut, peserta tidak hanya diberikan pemahaman mengenai konsep peta proses bisnis, tetapi juga dibekali kemampuan teknis dalam menyusun Probis secara tepat sesuai kebutuhan masing-masing perangkat daerah.
Pemkab Tanah Bumbu menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperbaiki dan menyempurnakan peta proses bisnis di seluruh perangkat daerah. Dengan penguatan Probis, pemerintah daerah menargetkan terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih terstruktur, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
Workshop menghadirkan narasumber dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) Samarinda, Fajar Iswahyudi, yang memberikan materi dan pendampingan teknis kepada peserta selama kegiatan berlangsung.[ade]
Tags
tanah bumbu
