Faridawaty Ajak Masyarakat Wujudkan Ketahanan Pangan Mandiri dari Lingkungan Rumah

Faridawaty Ajak Masyarakat Wujudkan Ketahanan Pangan Mandiri dari Lingkungan Rumah

PALANGKA RAYA – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mulai mewujudkan ketahanan pangan mandiri di lingkungan masing-masing sebagai upaya menjaga ketersediaan kebutuhan pokok keluarga.

Ajakan tersebut disampaikan Faridawaty menyikapi berbagai dinamika ekonomi dan perubahan cuaca yang dinilai dapat memengaruhi stabilitas pasokan pangan serta kondisi ekonomi masyarakat.

Menurutnya, langkah antisipatif perlu dilakukan sejak dini agar masyarakat lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan.

Ia menegaskan, ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menciptakan kemandirian pangan di lingkungan sekitar.

Faridawaty menjelaskan, upaya tersebut dapat dimulai dari hal sederhana, seperti memanfaatkan lahan pekarangan rumah, halaman kosong, maupun lahan tidur untuk ditanami berbagai tanaman pangan, sayuran, hingga tanaman obat keluarga.

“Kita tidak boleh hanya bergantung pada pasokan dari luar atau beli terus-menerus. Saatnya kita bergerak mandiri. Tanam apa yang bisa dimakan, konsumsi apa yang kita tanam. Ini cara paling ampuh agar keluarga aman kebutuhan pangannya, sekaligus terhindar dari dampak kenaikan harga atau gangguan pasokan yang sewaktu-waktu bisa terjadi,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, pola kemandirian pangan rumah tangga tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat mengurangi pengeluaran keluarga di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Selain itu, Faridawaty menilai gerakan menanam di lingkungan rumah juga mampu menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan produktif. 

"Jika dilakukan secara bersama-sama, langkah tersebut diyakini dapat memperkuat ketahanan pangan daerah secara keseluruhan. Sehingga setiap keluarga memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi maupun perubahan kondisi cuaca di masa mendatang," pungkasnya.[deni]
Lebih baru Lebih lama