Belajar ke BMKG Kalsel, Siswa SMK-PP Kementan Dibekali Rahasia Hadapi Perubahan Iklim

Belajar ke BMKG Kalsel, Siswa SMK-PP Kementan Dibekali Rahasia Hadapi Perubahan Iklim

BANJARBARU – Kementerian Pertanian (Kementan) terus bergerak cepat mencetak generasi muda pertanian yang cerdas, adaptif, dan siap menghadapi tantangan perubahan iklim. 

Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan semakin masif mendorong lahirnya petani milenial unggul demi mendukung program cetak 2,5 juta petani milenial di Indonesia.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan nasional membutuhkan dukungan sumber daya manusia pertanian yang unggul, inovatif, dan berasal dari generasi produktif.

Senada dengan hal tersebut, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pendidikan vokasi dalam membentuk tenaga pertanian profesional yang mampu bersaing di era modern.

“SMK-PP memiliki peran strategis dalam membangun generasi muda yang kompeten di bidang pertanian. Evaluasi pembelajaran menjadi bagian penting agar lulusan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri sekaligus mampu menjadi wirausaha pertanian,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyebut penguatan SDM menjadi kunci utama pembangunan sektor pertanian nasional. Menurutnya, lembaga pendidikan vokasi harus mampu melahirkan generasi yang inovatif, adaptif, dan siap terjun langsung ke dunia kerja.

Sebagai sekolah vokasi pertanian di bawah naungan BPPSDMP Kementan, SMK-PP Negeri Banjarbaru terus memperkuat kompetensi siswa melalui pembelajaran berbasis praktik lapangan dan teknologi terkini.

Kali ini, sebanyak 124 siswa kelas 10 dan 11 dari jurusan Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP) dan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) melakukan kunjungan edukatif ke Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan selama dua hari, Selasa hingga Rabu (05–06/05/2026).

Dalam kunjungan tersebut, para siswa diajak mengenal langsung teknologi pemantauan iklim dan cuaca yang menjadi faktor penting dalam keberhasilan pertanian modern. Mereka melihat berbagai alat canggih milik BMKG, mulai dari alat pengukur curah hujan, suhu udara, kelembapan, hingga sistem pemantauan cuaca berbasis digital.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Manajemen Mutu SMK-PP Negeri Banjarbaru, Fofa Arofi, mengatakan kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk memahami hubungan erat antara iklim dan produktivitas pertanian.

“Harapannya para siswa dapat melihat langsung fungsi dan mekanisme peralatan yang ada di taman alat BMKG sehingga menambah wawasan dan keterampilan mereka di bidang pertanian modern,” ujarnya.

Ia juga berharap para siswa memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai ruang lingkup kerja BMKG Kalimantan Selatan serta pentingnya data iklim dalam mendukung sektor pertanian.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan, Enu Bahtiar, menyambut hangat kunjungan rombongan SMK-PP Negeri Banjarbaru.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme siswa-siswi SMK-PP Negeri Banjarbaru untuk belajar langsung mengenai fasilitas dan lingkup kerja BMKG Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh siswa untuk aktif bertanya dan menggali pengetahuan terkait fungsi alat klimatologi yang digunakan dalam pengamatan cuaca dan iklim.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Kementerian Pertanian terus menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Tidak hanya belajar di ruang kelas, siswa juga dibekali pengalaman lapangan agar siap menjadi generasi pertanian modern yang melek teknologi dan tangguh menghadapi perubahan iklim global.[adv]

Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru
Lebih baru Lebih lama