PALANGKA RAYA – Harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit bagi pekebun mitra plasma dan swadaya di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami kenaikan pada periode I Juni 2026.
Kenaikan tersebut ditetapkan melalui rapat resmi Tim Penetapan Harga Pembelian TBS Kelapa Sawit yang digelar pemerintah provinsi.
Penetapan harga itu dilakukan dalam rapat yang berlangsung pada Kamis, (18/6 2026), bertempat di Aula Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng, sebagai bagian dari agenda rutin untuk menentukan harga acuan pembelian sawit yang berlaku bagi pekebun plasma maupun swadaya di wilayah Kalteng dan sekitarnya.
Rapat tersebut dihadiri berbagai unsur terkait, mulai dari perwakilan dinas perkebunan kabupaten dan kota, pihak Pabrik Kelapa Sawit (PKS), GAPKI Cabang Kalten, Apkasindo setempat, hingga perwakilan pekebun mitra yang ikut memberikan masukan dalam proses penetapan harga.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng, Rizky R Badjuri, menegaskan bahwa penetapan harga TBS memiliki peran penting sebagai instrumen untuk menjaga kepastian harga dan melindungi kepentingan para pekebun sawit, khususnya petani plasma dan swadaya.
Menurut Rizky, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh proses pembelian hasil sawit berjalan adil dan transparan. Karena itu, setiap perusahaan PKS diwajibkan mematuhi mekanisme pelaporan harga secara berkala agar tidak terjadi ketimpangan informasi di lapangan.
“Penetapan harga ini menjadi pedoman bagi pekebun mitra plasma dan swadaya. PKS juga wajib menyampaikan laporan harga harian secara benar, aktual, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Rizky saat menyampaikan arahan dalam forum tersebut.
Pemerintah Provinsi Kalteng menilai transparansi laporan harga harian dari perusahaan kelapa sawit menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas tata niaga sawit sekaligus mencegah praktik penetapan harga yang berpotensi merugikan para petani di daerah.
"Keputusan kenaikan harga TBS periode I Juni 2026 ini. Pemerintah, hubungan kemitraan antara perusahaan PKS dan pekebun semakin sehat, terbuka serta mampu memberikan kepastian ekonomi yang lebih baik bagi ribuan petani kelapa sawit di seluruh wilayah Kalteng," tegasnya.[deni]
Tags
kabar kalteng
