ILUSTRASI pengembangan pariwisata Kabupaten Balangan yang mengusung konsep modern, kreatif, dan berkelanjutan.| foto : istimewa
PARINGIN – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Balangan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memajukan sektor pariwisata daerah.
Berbagai terobosan dan inovasi pun dikembangkan untuk menjawab tantangan di era digital, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif mempromosikan potensi yang dimiliki daerah ini.
Plt. Kepala Disporapar Kabupaten Balangan, Noor Aspariah, menjelaskan, setidaknya ada lima inovasi unggulan yang kini digalakkan pihaknya. Hal ini disampaikannya dalam pemaparan program kerja di kantor dinasnya, Senin (25/5/2026).
Kelima inovasi tersebut mencakup aspek promosi, partisipasi warga, peran pemuda, pendataan, hingga pelestarian lingkungan. Inovasi pertama bernama Celengan atau kepanjangan dari Calendar Event Balangan. Ini berfungsi sebagai pusat informasi terpadu yang memuat jadwal lengkap agenda kegiatan, festival, hingga acara budaya yang ada di Balangan.
"Melalui inovasi ini, masyarakat dan wisatawan dapat memperoleh informasi kegiatan secara lebih mudah dan terjadwal, sehingga mampu meningkatkan promosi daerah serta mendukung peningkatan kunjungan wisatawan," ujar Noor Aspariah.
Inovasi kedua diberi nama Ceriwis Bang atau Cerita Wisata Bersama Pokdarwis Balangan. Program ini melibatkan langsung Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai ujung tombak promosi. Masyarakat didorong bercerita dan membagikan pengalaman wisata secara kreatif agar daya tarik destinasi makin kuat.
Berikutnya ada Langkah Simuda atau Langkah Generasi Muda. Fokus utamanya adalah memberdayakan anak muda untuk terlibat aktif dalam promosi wisata, pelestarian budaya, hingga mengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Keempat, ada inovasi Pandawa singkatan dari Pengumpulan Data Wisatawan. Sistem ini dibuat untuk mendata jumlah pengunjung secara sistematis dan akurat. Data tersebut nantinya menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan dan perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
"Yang kelima ada inovasi Saiya Sakata atau Sampah Jadi Karya Saka Pariwisata. Inovasi ini kami arahkan untuk penguatan kesadaran lingkungan. Sampah-sampah yang ada di kawasan wisata kami dorong untuk diolah menjadi karya yang bernilai guna dan punya nilai ekonomi," jelasnya.
Menurut Noor Aspariah, pengembangan inovasi ini bukan sekadar mengejar angka kunjungan wisatawan semata, melainkan membangun rasa memiliki seluruh warga terhadap kemajuan daerah. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan generasi muda menjadi kunci utama agar pariwisata Balangan bisa tumbuh dan berdaya saing.
"Kami ingin pariwisata Balangan tumbuh secara kreatif, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Dengan pemanfaatan teknologi dan kepedulian lingkungan, kami harap Balangan makin dikenal luas sebagai tujuan wisata yang ramah dan berkualitas," pungkasnya.[mta/adv]
Tags
balangan
