Haul Ganal ke-220 Datu Kalampayan di Kapuas, Bupati Wiyatno Ajak Teladani Ulama

Haul Ganal ke-220 Datu Kalampayan di Kapuas, Bupati Wiyatno Ajak Teladani Ulama

SUASANA haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari di Masjid Agung Al Mukarram Kapuas.| foto : istimewa

KUALA KAPUAS – Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno menghadiri peringatan Haul Ganal ke-220 Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari yang digelar di Masjid Agung Al Mukarram, Sabtu (11/4/2026) malam.

Kegiatan keagamaan ini diikuti ratusan jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Kapuas.
Peringatan haul yang diselenggarakan oleh Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Kabupaten Kapuas bersama Perkumpulan Angkatan Muda Zuriyah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari Kapuas berlangsung khidmat sejak sore hari.
Jamaah memadati area masjid untuk mengikuti rangkaian acara yang diisi dengan pembacaan maulid, zikir, tahlil, serta tausiyah agama.

Suasana penuh kekhusyukan terasa saat para jamaah bersama-sama mendoakan dan mengenang jasa ulama yang dikenal sebagai Datu Kalampayan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kapuas HM Wiyatno yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Masjid Agung Al Mukarram menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan haul. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

“Melalui peringatan haul ini, kita diingatkan untuk terus meneladani akhlak dan perjuangan para ulama dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Wiyatno.

Haul ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk mengenang peran besar Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dalam penyebaran ajaran Islam di Nusantara. Ulama kelahiran Martapura, Kalimantan Selatan ini dikenal sebagai tokoh fiqih Mazhab Syafi’i dan pengarang Kitab Sabilal Muhtadin yang hingga kini menjadi rujukan di berbagai negara.

Selain itu, Datu Kalampayan juga dikenal sebagai pelopor pengembangan pendidikan Islam serta peradilan agama di Kesultanan Banjar, setelah menimba ilmu selama puluhan tahun di Mekkah.

Kegiatan haul berlangsung tertib dan  khidmat hingga selesai, mencerminkan kuatnya tradisi keagamaan serta kecintaan masyarakat terhadap warisan para ulama.[zulkifli]
Lebih baru Lebih lama