SUASANA pembukaan Rapat Laporan Akhir Konsultasi RPKD 2025 dan Rapat Koordinasi TKPK terkait Tindak Lanjut Hasil dari Rakor Kemiskinan Provinsi Kalteng di Aula Kantor Bapperida Kabupaten Kapuas.| foto : istimewa
KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) menggelar Ekspose Laporan Akhir Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Tahun 2025 dan Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), Kamis (27/11/2025), di Aula Bapperida Kapuas.
Kegiatan dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kapuas, Kusmiatie, dan dipimpin Sekretaris Daerah Kapuas, Usis I Sangkai, didampingi Kepala Bapperida, Muhammad Ahmad Saribi. Acara dihadiri perangkat daerah, camat, lurah, akademisi, dunia usaha, serta unsur organisasi masyarakat.
Dalam sambutan tertulisnya, Wakil Bupati Kapuas Dodo menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan bukan sekadar urusan ekonomi, tetapi menyangkut martabat dan masa depan keluarga.
“Setiap angka kemiskinan adalah manusia. RPKD disusun dengan data akurat, terintegrasi lintas sektor, dan responsif terhadap kelompok rentan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa langkah daerah selaras dengan visi Kapuas Bersinar yang berfokus pada peningkatan daya saing, kesejahteraan, lingkungan layak, keamanan sosial, dan nilai religius. Pemerintah daerah juga menyesuaikan strategi dengan arah kebijakan nasional untuk menghapus kemiskinan absolut pada 2027.
Kepala Bapperida Kapuas, Muhammad Ahmad Saribi, menambahkan bahwa dokumen RPKD 2025 menjadi rujukan kebijakan lima tahun ke depan.
“Ekspose ini merupakan tahapan final untuk menyempurnakan dokumen sebelum ditetapkan. Semua pihak kami libatkan agar implementasi nanti tepat sasaran,” katanya.
Melalui Rakor ini, Pemkab Kapuas menegaskan komitmen memperkuat sinergi lintas sektor, integrasi data kemiskinan, dan pelaksanaan program prioritas guna mempercepat penurunan kemiskinan secara berkelanjutan.[zulkifli]
