SAMARINDA — Upaya hilirisasi melalui Program Jospol terus digencarkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Salah satu implementasi terbarunya adalah pembangunan Rumah Produksi Bersama (RPP) berupa pabrik pakan ternak di Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, yang memanfaatkan komoditi pertanian setempat seperti jagung, limbah sawit, serta limbah ikan sebagai bahan baku utama.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih, menjelaskan bahwa pabrik ini dibangun untuk memperkuat rantai pasok pakan ternak sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
“Di sekitar Desa Loleng ada petani jagung, ada perkebunan sawit, dan ada sentra perikanan Kota Bangun. Semua ini bisa terhubung melalui hilirisasi. Jagung, bungkil inti sawit, cangkang sawit, hingga limbah ikan dapat menjadi bahan baku pakan ternak,” terang Heni.
Pembangunan pabrik pakan ini memanfaatkan lahan hibah seluas 1 hektare dari koperasi Desa Loleng. Karena telah menjadi aset Pemprov Kaltim, pemerintah dapat melakukan pendampingan penuh hingga pabrik beroperasi optimal.
“Ini rumah produksi bersama sesuai juklak-juknis Kementerian Koperasi. Pengelolaannya akan dilakukan koperasi yang kita kerjasamakan dengan Universitas Mulawarman dan koperasi-koperasi kabupaten/kota se-Kaltim,” jelasnya.
Koperasi Loleng dipilih sebagai operator karena anggotanya merupakan petani jagung dan pelaku usaha lokal yang paling siap. Para petani akan menjadi pemasok bahan baku utama bagi pabrik pakan, sehingga posisi tawar mereka meningkat.
“Selama ini petani menjual jagung ke tengkulak dengan harga yang sering dimainkan. Dengan adanya pabrik ini, petani memasok langsung dan mendapatkan harga lebih tinggi. Hilirisasi ini harus berdampak pada kesejahteraan petani,” ujar Heni.
Proses lelang pembangunan pabrik telah selesai pada Juli, dan konstruksi ditargetkan selesai dalam tahun 2025 ini. Pabrik akan beroperasi dengan kapasitas awal 5 ton pakan per hari.
Pemerintah juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti gudang bahan baku, gudang produksi, serta area penumpukan. Limba sawit seperti bungkil inti sawit, cangkang, dan solid, serta limbah ikan akan diolah menjadi bahan campuran pakan bernilai tinggi.
“Dekatnya lokasi dengan sentra perikanan Kota Bangun dan perkebunan sawit membuat rantai pasok bahan baku lebih efisien,” tambahnya.
DPPKUKM Kaltim juga akan menurunkan para pendamping untuk membantu pemasaran dan mencarikan pembeli pakan ternak secara terstruktur.
“Pendamping akan memastikan pabrik tidak hanya produksi, tetapi juga tersambung dengan pasar. Termasuk untuk kebutuhan ayam petelur probiotik yang juga sangat dianjurkan,” kata Heni.
Dengan pabrik ini, pemerintah menargetkan penguatan ketahanan pangan, stabilitas harga pakan, dan peningkatan pendapatan petani. Sebagai bagian dari Program Jospol, fasilitas ini diharapkan menjadi model hilirisasi berbasis komoditi lokal yang dapat direplikasi di kabupaten/kota lain.
Pembangunan pabrik pakan di Loleng menjadi tonggak hilirisasi Jospol yang menghubungkan petani, koperasi, industri, serta pasar dalam satu ekosistem ekonomi daerah yang saling menguatkan.[han911/adv/diskominfokaltim]
Tags
kaltim
