PESERTA FGD Teknokrasi Ekspedisi Patriot Transmigrasi saat mengikuti pemaparan arah pengembangan Kawasan Transmigrasi Gula Habang di Arraudah Syariah.| foto : istimewa
PARINGIN - Upaya percepatan pembangunan Kawasan Transmigrasi Gula Habang di Kabupaten Balangan mendapatkan babak baru melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Teknokrasi Ekspedisi Patriot Transmigrasi.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara Tim Ekspedisi Kementerian Transmigrasi RI, Universitas Diponegoro (UNDIP), dan Pemerintah Kabupaten Balangan.
Puncak rangkaian kegiatan ditandai dengan penyampaian aspirasi dari Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI) Kabupaten Balangan.
Ketua PATRI, Edy Junaidi, menyampaikan apresiasi atas dukungan beasiswa dari pemerintah pusat, sekaligus mendesak agar PATRI dilibatkan secara resmi sebagai pemangku kepentingan dalam setiap program pembangunan kawasan transmigrasi.
“PATRI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam bidang pemberdayaan, pendidikan, ekonomi, dan keterampilan,” ujar Edy Junaidi, Jumat (13/11/2025).
Melalui FGD ini, seluruh pihak sepakat memperkuat sinergi guna memastikan anak-anak transmigran tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga aktor utama dalam pembangunan berkelanjutan Kawasan Transmigrasi Gula Habang.
FGD yang dilaksanakan di Arraudah Syariah Paringin Kota tersebut dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Balangan, Tuhalus, yang menekankan pentingnya penentuan keunggulan spesifik wilayah transmigrasi untuk memaksimalkan efektivitas anggaran pembangunan daerah.
Sejumlah narasumber kemudian memaparkan arah kebijakan dan strategi pengembangan kawasan. Dari BAPPERIDA Balangan, Mochammad Sulistyono,, menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk menyelaraskan seluruh rekomendasi FGD ke dalam RPJMD.
Dari Dinas Transmigrasi Kabupaten Balangan, Muhammad Arsyad, mengusulkan pengembangan wisata budaya melalui konsep miniatur budaya Indonesia yang memanfaatkan keberagaman masyarakat transmigran.
Sementara Ina Yuliani, Kabid Transmigrasi Disnakertrans Provinsi Kalimantan Selatan, menjelaskan bahwa fokus program transmigrasi kini diarahkan pada pengembangan kawasan.
Ia juga menginformasikan adanya program beasiswa dari Kementerian Transmigrasi bagi anak-anak transmigran.
Perwakilan BPPMDDTT Banjarmasin menegaskan kesiapan memberikan pelatihan keterampilan guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dari aspek akademik, Tim UNDIP memaparkan hasil riset teknis dan sosial. Dr. Jawoto mengidentifikasi potensi pengembangan.
sementara Chaieydha Noer Afiefah, menyoroti persoalan teknis pertanian seperti pola pemupukan yang tidak teratur dan minimnya pengetahuan petani.
Dalam sesi diskusi, tokoh masyarakat transmigran, Aud Tahyudin yang telah tinggal selama 17 tahun di Gula Habang membagikan pengalaman mengenai ketahanan dan perkembangan sosial masyarakat transmigran.[agus/adv]
