Kunjungi Kantor PKB Kapuas, Gus Halim Minta Kader Petakan Kekuatan Politik Hadapi Pemilu 2024

KETUA DPP PKB Abdul Halim Iskandar saat mengunjungi Kantor DPC PKB Kapuas.| foto : zulkifli

KUALA KAPUAS - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Dr (HC) H Abdul Halim Iskandar, MPd atau Gus Halim, yang juga Menteri Desa (Mendes) Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) RI berkesempatan mengunjungi Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kapuas, di Jalan Pemuda km 1 Kuala Kapuas, Jumat (2/9/2022) sore.

Kedatangan petinggi DPP PKB ini turut didampingi istri Hj Lilik Umi Nasriah dan rombongan, turut mendampingi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Provinsi Kalimantan Tengah, Habib Said Ismail dan disambut jajaran pengurus serta PKB Kapuas, dan disambut Ketua DPC PKB Kapuas Tommy Saputra beserta jajarannya.

H Abdul Halim Iskandar, dalam kesempatan itu memberikan semangat, motivasi dan wejangan kepada kader-kader PKB dalam menghadapi pesta demokrasi 2024 mendatang.

"Saya harap momentum hari ini menjadi momentum yang bagus untuk kita. Saya mengajak ayo kita petakan secara detail. Politik itu matematika jadi politik itu bisa dihitung bisa dikalkulasi pekerjaannya bisa dipetakan," tandas Gus Halim.

Ia pun meminta seluruh Kader PKB memetakan potensi dan kekuatan.

"Mulai hari ini kita di DPC PKB Kapuas bersama DPW melakukan kalkulasi politik, matematika politik, bagaimana kita harus bergerak, kemana arah kita bergerak, siapa yang kita ajak," paparnya lagi.

Salah satu petinggi DPP PKB ini menegaskan, meraih dan menarik simpati masyarakat harus dengan target.

"Bagaimana caranya, dengan tiga target utama,  yang pertama tentu target kita dikenali. PKB harus dikenali, Caleg-caleg PKB harus dikenali, orang tidak akan memilih kalau tidak kenal. Target dikenali target minimalmya adalah 90 persen tidak boleh kurang," kata H Abdul Halim.

"Nah setelah dikenali kita harus berikhtiar maksimal bagaimana kemudian disukai.
Dikenali saja tidak ada atribut apa-apa, disukai juga tidak dibenci juga tidak itu namanya tidak masuk dalam hati, tapi kalau dikenali dan disukai itu namanya diingat karna disukai, jangan sampai sebaliknya dikenali tapi dibenci yang pasti akan dihindari, itulah yang kita raih dari dikenali kemudian disukai," lontar saudara kandung Gus Muhaimin Iskandar Ketum PKB.

Setelah itu, lanjutnya, barulah bicara untuk dipilih.

"Tidak mungkin kita ngomomg dipilih tanpa ada rasa suka, tidak mungkin tumbuh rasa suka tanpa kenal. Tugas kita hari ini adalah bagaimana PKB dan Caleg-calegnya dikenali, kemudian kita bekerja maksimal supaya warga masyarakat suka dengan PKB, supaya mereka suka dengan cara-cara kita, baru nanti pada bulan Pebruari 2024 kita sangat berharap dan itu pasti akan terjadi kita pasti akan dipilih oleh masyarakat. Di situlah kita uji, apakah langkah-langkah kita menuju dipilih itu sudah sesuai dengan harapan warga masyarakat. Saya kira itu kuncinya," pungkasnya. 

Mendes, Abdul Halim Iskandar sebelummya melakukan peresmian, Demplot Peternakan Terpadu Berkelanjutan di kawasan transmigrasi Desa Rawa Subur (C3), Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, dalam agenda kunjungan kerja di Provinsi Kalimantan Tengah.[zulkifli]


loading...