Bawaslu Siapkan Desa di Bartim untuk Dijadikan Desa Anti Politik Uang

KOORDINATOR Pengawasan Bawaslu Provinsi Kalteng, Hj Siti Wahidah saat diwawancara awak media.| foto : siti

TAMIANG LAYANG - Sebagai wujud nyata implementasi Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu), dan menjelang Pemilu 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Barito Timur (Bartim) Kalimantan Tengah menggelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipasif, Kamis (4/8/2022).

Kegiatan yang berlangsung di Aula BPKSMD Bartim tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Bartim, Feryanto Marthen, perwakilan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kesbangpol, tokoh Agama, tokoh masyarakat setempat serta menghadirkan Koordinator Pengawasan Bawaslu Provinsi Kalteng, Hj Siti Wahidah selaku pemateri.

Usai kegiatan, Siti Wahidah mengatakan, sosialisasi tersebut  dilakukan untuk mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat agar berperan aktif dalam menyukseskan Pemilu, dan memberikan pemahaman dalam memilih sosok pemimpin ataupun wakil rakyat nantinya.

"Sosialisasi Pengawasan Partisipasif ini untuk memberikan pemahaman dalam mencegah terjadinya pelanggaran pada tahapan Pemilu 2024 mendatang, seperti politik uang, isu sara, politik identitas maupun berita hoaks," ungkapnya kepada awak media.

Dirinya berharap kepada masyarakat Kalteng khususnya dalam memilih Kepala Daerah dan Legislatif agar benar-benar melihat kualitas serta diyakini mampu membawa masyarakatnya lebih sejahtera dari sebelumnya.

Selain itu, dirinya membeberkan bahwa Bawaslu sudah menyiapkan Desa-desa di Bartim untuk dijadikan Desa Anti Politik Uang.

"Di Desa Anti Politik Uang tersebut nantinya kita akan mendeglarasikan bersama masyarakat menolak politik uang dan menolak politik identitas," tandasnya.[siti/kenedy]
loading...