Kenalkan Sektor Pertanian, Kementan Buka Wisata Petik Buah di Lahan Sekolah

BANJARBARU - Belakangan, aktivitas tidak biasa terlihat di lahan praktik Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya aktivitas masyarakat luar yang datang dari berbagi tempat, Sabtu (9/7/2022).

Antusiasme masyarakat yang datang ke lahan praktik SMK-PPN Banjarbaru dikarenakan saat ini SMK-PPN Banjarbaru selaku salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Kementerian Pertanian (Kementan) sedang membuka wisata petik buah sejak akhir Juni lalu. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, Agroeduwisata merupakan kegiatan mengembangkan kawasan pertanian yang berperan sebagai kawasan produksi, edukasi, inovasi teknologi, inkubasi bisnis, konservasi lingkungan, juga sebagai kawasan wisata.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan RI, Prof. Dedi Nursyamsi, mengatakan, Agro Edu Wisata (AEW) harus hebat, termasuk infrastrukturnya, pertanamannya, dan semuanya harus hebat. Sehingga agro wisata dapat dijadikan sebagai tempat atau sarana pembelajaran dan meningkatkan kecintaan kaum milenial dan usia dini terhadap pertanian dan peternakan.

"Wisata petik buah ini sudah kami mulai sejak senin 27 juni dan diprediksi akan berlangsung hingga November. Saat ini kami terus berupaya mengembangkan proses pembuahan diluar musim agar buah selalu tersedia sepanjang tahun," jelas Riki, salah satu pengelola lahan praktik SMK-PPN Banjarbaru.

Lebih lanjut, Riki menuturkan, untuk saat ini ada beberapa jenis buah dengan beberapa varietas, di antaranya rambutan (Antalagi, Jaenal, Rapiah, Garuda, Binjai, Kelengkeng, Si Batuk), jeruk (Siam Banjar, Lemon) dan durian (Montong, Simas, Kani, Si Hijau).

Dalam sehari, rata-rata wisata ini dikunjungi oleh 30 hingga 40 orang yang biasanya datang berkelompok. 

Terlihat pengunjung sangat antusias, terlebih anak-anak yang sangat bersemangat memetik rambutan mengingat tinggi pohon yang dapat dijangkau oleh anak-anak yang masih berusia 4tahunan.

"Rambutannya manis, dan aman buat dipetik anak-anak, karena buahnya gak ada semutnya," celetuk salah satu pengujung asal Banjarbaru.

Tidak hanya rasa buah yang menjadi daya tarik, tetapi harga dan sensasi memetik sendiri menjadi salah satu daya pikat yang ditawarkan wisata petik buah SMK-PPN Banjarbaru.[adv]


loading...