Kades Bahtiar: DAS Sebangau Ada Istana Kerajaan Gaib

Kades Bahtiar: DAS Sebangau Ada Istana Kerajaan Gaib

SUASANA Rapat antara Kades Paduran Sebangau bersama warganya membahas pencarian pawang.| foto : manan

PULANG PISAU - Percaya tidak tidak percaya, dibalik peristiwa keganasan predator penghuni DAS Sebangau Kuala di Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), ternyata menyimpan kisah atau cerita mistis. 

Kisah tersebut pun diuraikan secara singkat oleh Kepala Desa Paduran Sebangau, Bahtiar, kepada awak media ini, Senin (16/5/2022) via telepon. 

Dikatakannya, aliran sungai Sebangau selain merupakan habitat terbesar buaya muara juga diyakini adanya mitos istana kerajaan gaib dari kalangan alam sebelah (bangsa jin). 

Dimana, keberadaan istana gaib itu, dipercaya masuk dalam wilayah bandsaw yang pekerjanya (karyawan) kerap dimangsa predator ganas jenis buaya. 

"Cerita ini bagi warga asli Sebangau Kuala tak asing lagi, bahwa terdapat istana kerajaan gaib. Dari cerita orang yang paham tentang hal gaib, para penghuninya merasa terusik dengan adanya bandsaw," ungkap Bahtiar yang pernah merasakan keberadaan istana kerjaan gaib tersebut. 

Meski begitu, menurutnya, tak dipungkiri setiap daerah dan tempat tentunya masing-masing menyimpan kisah mistis yang ceritanya menjadi turun temurun.

"Memang kalau bagi orang yang belum tahu dan mungkin tidak masuk akal, maka akan membantah cerita mitos ini. Tetapi bagi kami meyakininya dalam konteks sekedar meyakini adanya tentang makhluk gaib atau bangsa jin," imbuh Bahtiar. 

Dia menambahkan, DAS Sebangau sendiri merupakan aliran sungai yang identik berwarna hitam. Kemudian, di sepanjang pinggiran alirannya banyak ditumbuhi pepohonan, khususnya pohon rasau serta berbagai ikan lokal, seperti, Gagus, Toman, Kerandang, Tapah, Lais, Papuyu (betok), kapar dan sejumlah wewan lainnya. 

"Terkait mitos tentang adanya istana kerjaan gaib ini pasti ada yang percaya dan tidak percaya, dan itu hal biasanya. Tetapi kami warga disini meyakininya, hingga berinisiatif untuk mencari pawang, " tukasnya. 

"Dan, kembali saya sampaikan sehari sebelum adanya laporan dari bos atau  pemilik salah satu bandsaw yang pekerjanya (korban) diterkam buaya. Saya bersama warga sudah bermusyawarah untuk mencari pawang dengan harapan buaya pemangsa tidak lagi memakan korban, dan kami siap mengganti segala sesuatu dan hal lainnya, pawang yang kita maksud disini tentu pawang yang asli bukan abal-abal hanya mencari sensasi atau mencari materi," pungkasnya.[manan]


Lebih baru Lebih lama