Dewan Pertanyakan Lambannya Pencapaian Vaksinasi Anak

SEKRETARIS Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Mathari.| foto : santoso

BANJARMASIN – DPRD Kota Banjarmasin mempertanyakan lambannya pencapaian vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun. Dari target 71.000 sasaran, hanya tercapai sekitar 45 persen.

Menurut Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Mathari, lambannya pencapaian vaksinasi anak berusia 6-11 tahun itu dapat diprediksikan tidak maksimalnya pada pelaksanaan, apakah tanggung jawab Dinas Pendidikan atau Dinas Kesehatan.

Dalam pencapaian vaksinasi anak tersebut, permasalahan ini perlu segeranya diputuskan, karena pemberian vaksinasi untuk anak-anak perlu segera dilaksanakan, agar mereka terproteksi secara maksimal.  

“Saya kira yang bertanggung jawab adalah Dinas Kesehatan untuk melaksanakan vaksinasi anak tersebut,” ujarnya. 

Ketua DPD PKS Banjarmasin ini menegaskan, pemerintah harus lebih jeli, terutama dalam menentukan langkah, agar pencapaian vaksinasi untuk usia anak bisa memenuhi target atau lebih.

Berikan masyarakat edukasi, bahkan vaksinasi itu penting bagi anak, sebab anak-anak sudah terkunci selama hampir dua tahun dan terpaksa harus dilaksanakan pembelajaran jarak jauh dari rumah.

“Memang vaksinasi tidak menjadi persyaratan, penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM), tetapi vaksinasi mendukung keamanan dan keselamatan anak-anak kita,” tegasnya. 

Selanjutnya, lanjutnya, masyarakat bisa memahami urgensi vaksinasi, selama ini warga enggan mengizinkan anaknya ikut vaksin, karena takut vaksinasi malah berdampak buruk bagi kesehatan.

Walaupun demikian, pihaknya minta pelaksanaan sosialisasi dan edukasi akan pentingnya vaksinasi gencar dilakukan kepada masyarakat, mengingat vaksinasi itu modal besar untuk menjaga keamanan dan keselamatan anak-anak.

Dirinya optimis dengan gencarnya sosialisasi dan edukasi, target dan harapan pemerintah terkait capaian vaksinasi anak bisa terealisasi.

“Tidak cukup dengan informasi, diharapkan atau mengharapkan hadir untuk divaksinasi. Tapi pemerintah harus turba (turun ke bawah, red) dalam rangka mensosialisasikan vaksinasi,” ujarnya.[santoso]


loading...