Perubahan Hari Pasar Ampah Perlu Kajian dari Barbagai Aspek

ANGGOTA DPRD Barito Timur, Wahyudinnoor.| foto : istimewa

TAMIANG LAYANG - Anggota DPRD Kabupaten Barito Timur (Bartim) Wahyudinnoor SP, MP mengatakan perubahan hari atau jadwal Pasar Beringin Ampah Kecamatan Dusun Tengah perlu diteliti kajiannya.

Kajian tersebut bukan hanya ekonomi, tapi juga kajian sosial dan budayanya.

"Perubahan hari Pasar Beringin Ampah yang sejak dulu hari Jumat, sekarang dirubah menjadi hari Senin. Ini perlu kajiannya, bukan hanya ekonomi saja tapi juga kajian sosial dan budayanya, saya kira hal ini perlu diperhatikan oleh pemerintah atau dinas terkait sehingga menjadi ketentraman," ujarnya, Senin (10/1/2022).

Dilanjutkan Ketua DPC PKB Bartim tersebut, ketika hari pasar berubah, otomatis hari-hari pasar yang berikutnya itu terganggu, karena rotasi ini sudah sudah berjalan.

Misalkan hari ini di Ampah, besoknya di Patas atau besoknya lagi di daerah Muara Teweh dan seterusnya, ada ke Tanjung, begitu juga kalau misalkan untuk pasar Tamiang Layang.

"Hari pasar ini sebenarnya adalah sebuah kearifan lokal yang memang perlu kita pertahankan, bukankah kota-kota besar misalkan di Jakarta itu ada Pasar Senin, ada Pasar Minggu, ada mungkin pasar yang lain, kalau di Kalua itu ada pasar Arba, demikian juga didaerah Amuantai, ada pasar Kamis dan Selasa," bebernya.

Hari pasar mingguan itu memang selalu ada, ungkapnya, jadi faktor kepadatan sebenarnya hanya alasan saja, ia mengaku tidak tahu ini apa yang menjadi persoalan utamanya.

Itulah fungsi dari instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan, ada Satpol PP, Dinas Perdagangan, koordinasikan itu tanpa harus merubah hari pasarnya.

"Nah kita fokus kepada objeknya begitu, bahwa disinilah juga kesempatan para penarik becak, penarik gerobak, ada yang punya lahan parkir yang bisa dimanfaatkan, pedagang-pedagang sayur yang jauh itu memang kesempatannya pada hari pasar mingguan inilah untuk menjual hasil dagangannya dengan cepat, karena disini penjualannya sistem partai dan termasuk juga  para pedagang lokal mereka kesempatan untuk membeli barang yang lainnya," ungkapnya.

"Apalagi kami tidak enak ini adalah Dapil kami, oleh karena itu kami berusaha supaya ini bisa diselesaikan dengan baik," pungkasnya.[linda]


loading...