Sekitar 60 Persen Warga Desa Maradapan Mengungsi

Sekitar 60 Persen Warga Desa Maradapan Mengungsi

KOTABARU, MK - Petugas dari TNI-Polri bersama jajaran Desa Maradapan menggelar rapat konsolidasi di Kantor Desa pada Selasa 30 November 2021 lalu. Ini terkait penanganan bencana tanah longsor yang terjadi di desa Maradapan, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru.

Hadir dalam rapat, Kapolsek Pulau Sembilan Iptu Sumarno, Danramil Pulau Sembilan Peltu Otang Rusmana, Kepala Desa Maradapan M Gujali Rahman, Kepala Puskesmas Mabaratuan M. Jafar Sidik, BPBD Kotabaru, Dinas PURN Kotabaru Imelda, Senkom Kotabaru dan tokoh masyarakat Desa Maradapan.

Kapolres Kotabaru, AKBP M Gafur Aditya Harisada Siregar melalui Kapolsek Pulau Sembilan Iptu Sumarno menyampaikan, rapat konsolidasi tersebut membahas tentang penanganan longsor yang terjadi di Desa Maradapan 29 November 2021 lalu.

"Poin yang dibahas di antaranya pembuatan Posko Penanganan Bencana dan petugas yang terlibat, seperti pembuatan dapur umum, pendataan rumah warga, dan bangunan aset pemerintah bagi korban longsor," jelasnya.

Untuk Posko Penanganan Bencana telah ditentukan di Kantor Desa Maradapan. Petugas Posko terdiri dari unsur aparat Pemerintah Desa, TNI/POLRI, Puskesmas Mabaratuan dan relawan tanggap bencana.

"Mengenai dapur umum telah disepakati dibuat di samping Kantor Desa Maradapan, dan pendataan rumah yang terdampak longsor secara riil," tuturnya.

Untuk data rumah atau kantor dari korban longsor di Desa Maradapan sebanyak 47 rumah rusak berat, rusak ringan 9 buah dan terdampak 16 rumah.

"Rusak berat seperti di RT 03, 04, dan RT 05 dengan jumlah 40 KK, serta fasilitas seperti gedung lumbung pangan 1 buah, rumah Dinas Guru, gedung TK Al-Ikhsan, ruang perpustakaan SDN Maradapan 1, ruang belajar, dan ruang UKS," ucapnya.

Untuk rusak ringan sebanyak 9 buah rumah, dan yang terdampak atau yang berdekatan langsung dengan bangunan rumah yang rusak atau roboh ada 16 buah rumah.

Saat ini kondisi korban longsor sudah banyak meninggalkan Desa Maradapan. Setidaknya kurang lebih sekitar 60 persen mengungsi keluar daerah, seperti ke Kabupaten Tanah Bumbu, (Sungai Danau, dan Batulicin).

"Ada juga yang ke wilayah Pulau Laut Barat (Lontar, Tanjung Seloka, Pulau Marabatuan, dan Pulau Matasirih). Bagi warga yang masih bertahan di desa Maradapan berkisar 40 persen saja," pungkasnya.[zainuddin]


Lebih baru Lebih lama