Wujudkan Kemandirian Pupuk di Kawasan Food Estate Lamunti - Dadahup

SELAMA dua hari, tepatnya 16 hingga 17 November 2021, petani di kawasan Food Estate Lamunti - Dadahup mengikuti Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik.

Sebanyak 150 peserta mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan motivasi usaha pembuatan pupuk organik baik pupuk kompos, pupuk organik cair, zat perangsang tumbuh alami, bubuk biochar, dan pembiakan Mikroorganisme Lokal (MOL).

Kegiatan ini berlangsung berkat Kementerian Pertanian (Kementan) RI berkolaborasi dengan Disnakertrans Provinsi Kalimantan Tengah, pada pelatihan peningkatan kapasitas SDM dalam Rangka mendukung ketahanan pangan nasional pada kawasan Food Estate.

Hari Koesbianto ST MS, Penanggung Jawab Pelatihan Disnakertrans Kalimantan Tengah mengatakan, pelatihan diikuti 150 peserta dan terbagi dalam 5 kelas. Salah satunya diselenggarakan di Desa Rawa Subur, Dadahup yang merupakan daerah eks-transmigrasi tahun 1986-2013.

"Antusias peserta luar biasa dengan motivasi instruktur dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Universitas Palangka Raya, Dinas TPH, BPTP dan Dinas Perikanan Propinsi Kalimantan Tengah," jelasnya.

Budiono, salah satu Instruktur dan Widyaiswara BBPP Binuang yang diendos Disnakertrans Kalimantan Tengah menambahkan,
peserta dibekali materi pertanian berkelanjutan, pupuk organik, pupuk hayati, pestisida hayati-pestisida nabati.

"Ini dilakukan dengan penerapan identifikasi OPT berbasis IT/Satelit, pakan ternak dan pakan ikan selama 7 hari (49 jam pembelajaran), dengan pendekatan cara belajar/pendidikan orang dewasa (Andragogi). Metode pembelajaran ceramah, tanya jawab, FGD, simulasi/praktik,” paparnya.

Pada kesempatan lain, Menteri Pertanian (Mentan) menegaskan, salah satu fokus kita adalah meningkatkan kualitas SDM. Dengan SDM yang berkualitas tersebut, kita akan meningkatkan pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, kinerja pertanian juga ditentukan oleh kerja penyuluh dan petani di lapangan. 

"Untuk terus menggerakkan pertanian ke arah yang lebih maju, mandiri dan modern," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof Dedi Nursyamsi menyampaikan, petani harus jeli mengembangkan sektor usahanya agar mendapatkan hasil optimal.

Selanjutnya, Kepala BBPP Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si menyampaikan, petani milenial di kawasan Food Estate melakukan  penetrasi untuk membangun jejaring sosial, ekonomi dan budaya (perubahan peradaban menuju pertanian milenial) bersama dengan petani kolodnial untuk mengembangkan pengetahuan, ketrampilan dan kelembagaan kelembagaan petani ( BUMP). 

"Saya harap melalui kolaborasi ini  dapat menjadi kemandirian pupuk sebagai syarat mutlak keberhasilan pertanian tanaman pangan dan hortikultura di wilayah Food Estate dan eks transmigrasi di Lamunti - Dadahup, Kapuas, Kalimantan Tengah," pungkasnya.[advertorial]


loading...