Sudah Bisa Masuk Sekolah, Siswa SD Tetap Diingatkan Prokes

BANJARMASIN, MK - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai diterapkan di sejumlah sekolah di Kota Banjarmasin, termasuk SD Islam Al-Hidayah di Kelurahan Sungai Andai. Pembelajaran secara offline sendiri mulai diberlakukan seiring melandainya pandemi Covid-19.

Kendati demikian, sikap waspada tetap harus dimiliki. Untuk itu, penerapan protokol kesehatan harus ketat diberlakukan, mengingat pandemi yang sudah berlangsung hampir 2 tahun ini belum dinyatakan pemerintah berakhir.

Salah seorang orangtua siswa SD Islam Al-Hidayah, Erni Yuliyanti, Kamis (21/10/2021) mengaku tetap waspada, meski tidak harus memiliki rasa khawatir yang berlebihan.

"Waspada itu tetap penting, setidaknya tetap dengan mengikuti anjuran pemerintah terkait prokes. Minimal harus mengingatkan anak untuk tetap memakai masker atau mencuci tangan dan jaga jarak," tutur ibu dari siswa bernama Ihsan ini.

Seperti diketahui pemerintah tetap gencar mensosialisasikan pentingnya disiplin prokes 5M, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas di luar rumah.

"Saya tetap memantau saat mengantar dan menunggu anak di sekolah, khususnya saat jam rehat atau pulang," jelasnya.

Maklum, lanjutnya, anak-anak SD harus terus diingatkan. Sebab kalau tak diingatkan, terutama saat bermain, tentu bebas sebebas-bebasnya mereka. Selagi masih belum remaja, anak SD harus terus dipandu.

Ihsan mengaku senang bisa masuk sekolah dan berkumpul bersama teman. Meski sudah bisa berinteraksi dengan teman, Ihsan tetap diingatkan untuk tetap memakai masker dan jangan berkerumun.

"Senang bisa masuk sekolah lagi, ketemu guru dan kawan-kawan," imbuh siswa kelas 1 ini.[anshari]


loading...