Lagi, Kementan Lahirkan Miliarder Porang

SEMINGGU telah berlalu pelatihan budidaya dan kelayakan usaha porang di Kabupaten Kotawaringin Barat yang dilaksanakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang.

Sebagai salah satu UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI, BBPP Binuang terus melakukan pendampingan, meski secara digital, pendampingan melalui WA Group “BUDKEL PORANG” yang dipimpin Ir Eka Agus.

Setelah purna dari perusahaan perkebunan sawit di Kalimantan Tengah, beliau terjuni porang setahun lalu. 

"Pelaksanaan bimbingan teknis dan motivasi usaha dari para Widyaiswara BBPP Binuang,“ jelas Budiono di sela waktu liburnya di Malang dan terus mengawal purnawidya via gadget memberikan konsultasi.

Mulai identifikasi hama penyakit tanaman berbasis IT, penyiapan pembibitan, cara mengendalikan biaya produksi porang, teknis tumpangsari/polikultur dan informasi pengolahan, analisa usaha dan pemasaran porang dilayani demi mewujudkan petani porang yang suskes.

Apalagi para petani yang dikawal ada yang memiliki 2 hingga 10 hektare, tentu perlu motivasi dan strategi khusus agar pembiayaan dapat disiasati melalui penyediaan benih secara mandiri dan bertahap membuat pupuk organik dan pestisida nabati, mengelola pasca panen dan pengolahan umbi agar mempunyai nilai tambah baik dalam bentuk chip, tepung, maupun mie dan beras berbasis porang.

Diskusi terjadi 2 arah, baik pihak widyaiswara maupun di antara petani porang yang sudah mencoba dan yang akan menanam. Menarik sekali chat-chat mereka, bahkan ada yang sudah mampu mengolah pupuk organik dari limbah kelapa sawit.

Juga membibitkan dari berbagai bagian porang mulai dari biji bunganya (spora), bulbi (umbi katak) dan umbi porang sendiri, mengolah tepung dan mie porang, sebagimana dilakukan oleh Rudi yang sudah menekuni porang 2 tahun lalu.

"Ini mengingat peluang porang sebagai suatu bisnis cukup besar dan perlu mendapat perhatian ekstra, beliau merelakan untuk resain dari staf Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Timur,” ujarnya.

Sesuai hasil analisa usaha yang dilakukan saat penugasan mandiri saat pelatihan, Ir Eko Agus, salah satu tokoh masyarakat tani terutama di tanaman porang telah menghitung bahwa penerimaan petani porang dalam semusim  untuk luasan satu hektar bisa mencapai sebesar Rp300 juta sampai dengan Rp500juta.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menekankan perlunya menggerakkan pertanian mulai dari desa hingga kecamatan. Sinergitas Kementan bersama Kementerian Dalam Negeri akan menggerakkan ekonomi dan membangun bangsa, salah satu contoh yakni saat pandemi corona saja, sektor pertanian luar biasa tangguh dan satu-satunya penyelamat perekonomian nasional.

"Kekuatan negeri ini ada di kecamatan untuk mengkoordinasi desa-desa yang ada di bawahnya. Konsepsi program pemerintah terlebih dahulu dimatangkan oleh camat. Semua kebijakan unit desa baru bisa naik ke atas menjadi program kalau dimatangkan oleh camat. Karenanya pemerintahan yang baik dimulai dari peningkatan peran Camat yang baik," kata Mentan saat memberikan arahan pada pelatihan pertanian bagi camat seluruh Indonesia di Ciawi, Bogor, Kamis (28/10/2021).

Pelatihan yang diadakan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) secara offline dan online ini bertempat di Pusat Pelatihan, Manajemen, Kepemimpinan Pertanian (PPMKP). 

Selanjutnya direlay dan tatap muka ke seluruh UPT Kementan termasuk BBPP Binuang dengan 6 lokasi tersebut di Kalsel 2 lokasi dan Kalteng, Kalbar, Kaltim dan Kaltara masing-masing 1 lokasi. 

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas serta peran Camat terhadap pertanian Indonesia, sehingga memiliki peran dan tanggung jawab dalam mensukseskan program pembangunan pertanian di Kecamatan secara masif.

Mentan mengatakan, berbagai terobosan dan inovasi dalam pelaksanaan program pembangunan pertanian guna mewujudkan SDM unggul harus terus didorong guna peningkatan produktifitas, kualitas dan kontinuitas produksi pertanian secara nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof Dedi Nursyamsi menyampaikan, petani harus jeli mengembangkan sektor usahanya agar mendapatkan hasil optimal.

Selanjutnya, Kepala BBPP Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si menyampaikan, DPM/DPA, Koordinator Daerah, serta petani milenial di wilayah Kalimantan Tengah lakukan penetrasi untuk membangun jejaring ekonomi bersama dengan BUMDes mengembangan sinergisitas dengan BUMP. 

"Saya harap melalui pelatihan ini dapat menjadi kebangkitan petani milenial di wilayah Kalimantan Tengah," pungkasnya.[advertorial]


loading...