How to Be A Good Speaker?

BALAI Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang dalam aktivitas organisasinya, senantiasa memberikan edukasi dan informasi kepada setiap insan pertanian Indonesia. 

Salah satunya melalui Program Wisatani pada hari ini Rabu, 14 Juli 2021. Wisatani sesi 61 kembali hadir seperti biasanya menyapa peserta secara virtual langsung dari ruang AOR BBPP Binuang. 

Kali ini BBPP Binuang mengangkat tema ‘How to be a good speaker’. Tema kali ini sangat menarik karena mengangkat tema komunikasi penyuluhan pertanian, yang menjadi pekerjaan penyuluh sehari-hari dalam berhadapan dengan para petani di lapangan. 

Tema ini diangkat melihat banyaknya masukan-masukan dari para penikmat Wisatani untuk mencoba membahas konsep Public Speaking. 

Publik speaking  adalah kemampuan berbicara di depan umum yang diperoleh dari latihan, pengalaman, jam terbang dan praktek. 

Publik speaking ini merupakan bentuk komunikasi di mana seorang pembicara (penyuluh pertanian) menghadapi pendengar dalam jumlah yang relatif besar dan pembicaraan yang relatif kontinyu. 

Berdasarkan pantauan tim Wisatani, peserta kali ini sangat antusias sampai 430 peserta mengikuti Wisatani melalui layar virtual. Mereka terdiri dari penyuluh pertanian, petani, pegawai Dinas Pertanian dan profesi lainnya. 

Dikutip dari pesan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa penyuluh tidak boleh gagap dalam menyampaikan penyuluhan dan harus mampu menjelaskan kondisi lapang wilayah masing-masing. 

Karenanya penyuluh juga dituntut untuk memiliki kecakapan yang dapat mengimplementasikan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki. Hal tersebut meliputi kecakapan komunikasi, public speaking dan networking. 

Kecakapan komunikasi yang harus dimiliki penyuluh pertanian dapat diartikan bahwa Penyuluh Pertanian berperan sebagai keynote speaker bagi masyarakat tani untuk menyampaikan ilmu pengetahuan bidang pertanian.

Kordinator Penyelenggaraan Pelatihan, Ramadhani Kurnia Adhi dalam kesempatannya saat pembukaan pelatihan online Wisatani sesi 61 menyampaikan, penyuluh diharapkan mampu menyampaikan informasi, kemajuan teknologi kepada petani agar pembangunan pertanian dapat terus dilaksanakan dengan adanya pendampingan dari penyuluh.

Dalam penyampaian informasi kepada petani, penyuluh tentunya harus memiliki persiapan dan teknik public speaking yang benar dan menarik, agar materi penyuluhan dapat dengan mudah diterima oleh pendengar.  

Pada paparan materinya, Widyaiswara BBPP Binuang, Angga Bayu Saputra mengatakan, penyuluh pertanian memiliki tugas dan fungsi memberikan penyuluhan kepada petani melalui pendekatan kelompok tani agar pengetahuan, keterampilan maupun sikap petani menjadi lebih baik dalam mengelola usaha tani guna meningkatkan kesejahteraannya.

Sebagai sebuah profesi, penyuluhan pertanian menuntut pelakunya untuk bersikap dan bertindak profesional, sehingga dalam menyampaikan informasi kepada petani, seorang penyuluh dituntut harus mampu menjadi public speaker yang baik dan menarik. 

Tujuannya agar peserta ataupun petani dapat dengan mudah memahani materi penyuluhan yang disampaikan. 

Pada kesempatan yang sama, Widyaiswara BBPP Binuang, Tota Totor Naibaho mengatakan, era milenial sekarang ini, Penyuluh Pertanian dituntut untuk lebih cerdas dan selalu meningkatkan keterampilan, baik dari segi teknis juga dalam pengembangan metode penyuluhan. 

Salah satu metode penyuluhan yg sering dilakukan adalah ceramah, kemampuan public speaking tentunya sangat penting pada metode ini. 

Untuk menjadi public speaker yang baik dan menarik, seseorang harus bisa menggambarkan dirinya dan membangun personal branding; Jangan pernah takut gagal; selalu upgrade ilmu pengetahuan dan Informasi terkini; mempersiapkan sikap mental dan keyakinan untuk tampil percaya diri; dan tentunya menjaga kesehatan untuk menjaga penampilan. 

Tentunya hal ini harus diikuti dengan latihan yang disiplin dan pengalaman.[advertorial]

 

loading...

Posting Komentar

0 Komentar