Pengawalan dan Pendampingan Program Food Estate Kecamatan Bataguh Tim BBPP Binuang


KUALA KAPUAS, MK –  Pengawalan sekaligus pendampingan untuk kesuksesan program Foof Estate di Kalimantan Tengah, tepatnya di Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas dilakukan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang.

Budiono, salah satu tim pengawalan dan pendampingan Food Estate usai mengikuti koordinasi, Rabu (14/10/2020) mengatakan, pengawalan dan pendampingan  di Kecamatan Bataguh dimulai dari 14 hingga 16 Oktober 2020. 

Pengawalan ini, lanjutnya, didahulu dengan koordinasi bersama Tim Pusat yang melibatkan penyuluh pertanian ahli utama dan ahli madya, tim widyaiswara ahli madya BBPP Binuang, tim guru dan mahasiswa polibangtan, Dinas pertanian (Distan) Kapuas di Aula Distan Kapuas.

Budiono menekankan kegiatan pengawalan dan pendampingan pada Food Estate, diharapkan mampu mempersiapkan para pelaku, pengelolaan inf secara profesiona.

“Tak ada jalan lain untuk mencapai  kawasan Food Estate seluas 20.000 hektare harus dukungan penuh sarana produksi (pupuk, bibit, obat herbisida),” imbuhnya.

Dari proses pengolahan lahan hingga pasca panen diharapkan menjadi gerbang emas menuju pertanian yang modern. Oleh karenanya untuk mengelola alat dan mesin pertanian secara profesional diperlukan kelembagaan dengan sumber daya manusia pengelolaanya juga harus profesional baik tim manajerial maupun tim operatornya.

Luas lahan selesai panen per tanggal 10 Oktober  telah mencapai 18.144 hektare. Progres Alsintan di Kabupaten Kapuas telah mencapai 4.192 hektare sehingga masih kurang  13.952 hektare. 

Untuk mengejar target musim tanam OKMAR 2020/2021, diperlukan percepatan sarana pendukung (bibit,pupuk,obat herbisida, bbm, alsintan). Harapan 18.193 petani peserta Food Estate kabupaten Kapuas dapat membuktikan kehadiran BPPSDMP melalui Tim Puslutan, Puslatan pada tanggal 14 hingga 16 Oktober 2020.

Puslatan dengan UPT BBPP Binuang.SMKN Banjarbaru dan mahasiswa Polibangtan. Dengan kesiapan tim BPPSDMP kondisi ini segera dilaporkan pimpinan sehingga mendapat perhatian khusus untuk diakselerasi. 

“Sehingga menjadi solusi bagi kesuksesan program Food Estate,” timpal Koordinator BPP dan Mantri Tani Kecamatan Bataguh, Karyadi SP.


Sementara itu, Dr Ali Nurdin, salah satu Tim Pusat dari Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP menambahkan, koordinasi tim pengawalan dan pendampingan program Food Estate Kabupaten Kapuas diakhiri dengan kesimpulan. Kesimpulan itu, yakni inventarisasi sebagaimana dalam isian form perkembangan harian  kegiatan Food Estate.

Kemudian, konsolidasi tim-tim yang terkaid, standarisasi mekanisme dan bentuk laporan harian, perlunya segera koordinasi dengan tim BPP, Koramil, Camat, dinas, Tim Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) dan Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan ) dan UPT (BBPP Binuang dan SMKN Banjarbaru ).

“Ini untuk memantapkan kerja tim,” jelasnya.

Sekretaris Distan Kapuas menambahkan, koordinasi yang melibatkan unsur Puslatan dan Pusluh  juga dihadiri 15 mahasiswa dan alumni Polibantan, baik dari Malang, YO-MA. Sedang untuk tuan rumah diwakili sekretaris Distan Kapuas dan Sastra, Kepala Bidang Penyuluhan Distan Kapuas.

Peran tim pengawalan dan pendampingan program Food Estate adalah untuk memotivasi petani, petugas/PPL dalam menyukseskan program Food Esate di Kabupaten Kapuas, percepatan progres pelaporan, menginventaris luas lahan, luas sesuai tahap tahap  budidaya padi.

Tim pengawalan dan pendampingan BPPSDMP, mulai 15 Oktober 2020 melaksanakan supervisi, pendampingan dan pengawalan untuk memantapkan tim sebelumnya yang sudah diterjunkan ke lapangan  adalah mahasiswa  polibangtan. 

Inisiasi kelembagaan ekonomi (KEP) menuju koorporasi baik dalam bentuk Koperasi atau perusahan perseroan terbatas. Ini diawali dengan inventarisasi  KEP (kios tani, GAKPOTAN/ UPJA, POKTAN  berbasis bisnis bersama) yang berada di lokasi program Food Estate.[advertorial]

loading...

Posting Komentar

0 Komentar