Pastikan Progres Food Estate, Kementan Turunkan Tim BPPSDMP

PULANG PISAU, MK – Tim BPPSDMP Kementan bersama mengawal dan mendampingi aktivitas program Food Estate di Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. 

Lokasi program Food Estate di Kalimantan Tengah difokuskan pada 2 Kabupaten, yakni Kabupaten Pulang Pisau seluas 10.000 hektare dan Kabupaten Kapuas seluas 20.000 hektare. 

Di Kabupaten Pulang Pisau lokasi Food Estate terdapat di 6 Kecamatan, yakni Maliku (1.221 hektare), Pandih Batu (6.242 hektare), Kahayan Hilir (202 hektare), Kahayan Kuala (2.100 hektare), dan Kecamatan Sebangau Kuala (235 hektare). 

Sementara itu, untuk Kabupaten Kapuas terdapat di 11 Kecamatan, yakni Kapuas Kuala (1.315 hektare), Tamban Catur (2.220 hektare), Kapuas Timur (2.455 hektare), Selat (320 hektare), Bataguh (5.350 hektare),  Basarang (510 hektare), Pulau Petak (1.340 hektare), Kapuas Murung (2.500 hektare), Dadahup (2.000 hektare), Kapuas Barat (1.725 hektare), dan Mantangai (265 hektare).

Terlihat turun dalam kegiatan Pengawalan dan pendampingan dari tim BPPSDMP Kementan pada program Food Estate di Kabupaten Pulang Pisau, yakni Siti Nurjanah, Suwarna, Toni Nugraha, Retno Hermawan, Aman N Kahfi, dan Johannes. 

Pengawalan dan pendampingan dilakukan di setiap kecamatan terprogram Food Estate di Kabupaten Pulang Pisau.

Kegiatan Pengawalan ini terus dilakukan untuk melihat progres kegiatan harian olah lahan dan tanam. Pemantauan progres harian terus dipantau oleh tim BPPSDMP Kementan dan Tim dinas pertanian daerah Pulang pisau. 

Terlibat juga dalam hal pengawalan dan pendampingan PPL, Babinsa, dan Alumni Mahasiswa yang direkrut untuk mendampingi program Food Estate.

Langkah awal dilakukan dengan koordinasi, sosialisasi, dan pendampingan dilakukan di Pulang Pisau dan Kecamatan terprogram mulai 14 hingga 16 Oktober 2020. 

"Agenda kami dalam kegiatan Pengawalan dan pendampingan ini ialah mengumpulkan data tanam - olah lahan dan membina tim di lapangan untuk melakukan pelaporan harian menggunakan form isian perkembangan harian  kegiatan Food Estate," terang Siti Nurjanah.

Ia menambahkan, Tim Pusat dan daerah yang sudah terbentuk akan terus melakukan pendampingan kegiatan ini.

"Selain itu juga kita menggali informasi untuk Inisiasi kelembagaan ekonomi (KEP) menuju koorporasi baik dalam bentuk Koperasi atau perusahan perseroan terbatas," terangnya.

Hal ini diawali dengan inventarisasi  KEP (Kios tani, Gapoktan, UPJA, Poktan) berbasis usaha bersama yang berada di lokasi program Food Estate.[advertorial]
loading...

Posting Komentar

0 Komentar