Situasi Covid-19, Omzet Hewan Kurban Turun Drastis

Situasi Covid-19, Omzet Hewan Kurban Turun Drastis

BANJARMASIN, MK - Dampak pandemi Covid-19 makin meluas. Efek buruk ini juga dirasakan para pedagang di Kota Banjarmasin. Selama wabah ini berlangsung, omzet para pedagang hewan kurban turun drastis hingga di kisaran 50 persen.
 
Di tahun-tahun sebelumnya, beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Adha, permintaan akan hewan kurban tinggi. Namun di masa Covid-19 ini, penjualan sapi dan kerbau mengalami penurunan.

Kondisi ini dirasakan salah satu pengusaha hewan kurban di Banjarmasin, tepatnya di Rumah Potong Hewan (RPH) Jalan Tembus Mantuil, Basirih Selatan, H Budi Wijaya.

Kepada kepada wartawan, Jumat (24/7/2020) Budi mengatakan, wabah Covid-19 sangat berpengaruh terhadap penjualan hewan kurban. Menjelang Idul Adha tahun ini, penurunan omzet mencapai 50 persen dibanding tahun lalu.

"Sebelum corona kelompok yasinan dan RT banyak yang pesan hewan kurban. Tapi saat ini sebagian tidak memesan lagi," bebernya.

Menurut Budi, kemungkinan faktor ekonomi di tengah pandemi menjadi salah satu penyebab kurangnya minat pembeli hewan.

"Pendapatan orang juga turun, jadi bisa aja yang berkurban sedikit. Belum lagi pemotongan hewan kurban juga harus mengikuti protokol kesehatan," terangnya.

Terkait harga, Budi menyebut untuk sapi berkisar antara Rp13,5 juta hingga Rp25 juta per ekornya. Di lokasi ini, Budi juga menyesediakam kerbau bule atau albino.

"Kalau masalah kesehatannya, sebelum masuk ke RPH ini telah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh pihak terkait. Makan dan minum hewan ini pun tetap kami jaga kualitasnya. Insya Allah semua hewan di sini sehat," paparnya.[toso]
Lebih baru Lebih lama