Hasil Ubinan, Petani Desa Lok Hamawang Panen Hingga 5 Ton per Hektare

PARINGIN, MK - Panen padi warga di Desa Lok Hamawang, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan pada musim tanam pertama tahun ini diperkirakan meningkat. Perkiraan itu bukan tanpa alasan, tetapi didasarkan pada hasil ubinan padi varietas Inpari 30 di lahan Kelompok Tani (Poktan) Rajawali.

Pengubinan sendiri dilakukan di lahan seluas 1 hektare dari total keseluruhan luas lahan sebanyak 30 hektare.

Pengubinan merupakan istilah yang biasa digunakan petugas pertanian maupun statistik untuk menghitung secara cepat dan sederhana hasil panen produk pertanian tidak hanya padi sawah. 

Namun teknik ini paling umum digunakan untuk memperkirakan potensi hasil gabah dalam luasan 1 hamparan (1 hektare). Pada ilmu statistika, ubinan merupakan sampel/contoh. 

Data produktivitas hasil ubinan banyak digunakan untuk mengumpulkan data produktivitas terutama pada tanaman Pajale-Babe sesuai dari program Dinas Pertanian (Distan): padi, jagung, kedelai, bawang dan cabai. 

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang melakukan ubinan, Mariani menyatakan, dari hasil ubinan tersebut diperoleh sebanyak 3,15 kilogram gabah atau setara dengan 5 ton per hektare. 

“Untuk melakukan pengubinan ini, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh siapa saja yang ingin menghitung potensi hasil tanamannya. Prosesnya sangat sederhana, petani pun bisa melakukannya," terang Mariani, Kamis (11/06/2020).

Mariani menambahkan, proses yang pertama kali harus dilakukan adalah hari yang tepat untuk pengubinan dan diupayakan tanaman padi yang akan diubin sudah benar-benar siap untuk dipanen (secara fisiologis dan umurnya sudah tepat).

Pengubinan dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:
1. Menentukan petak sawah yang akan dilakukan pengubinan
2. Mengambil minimal 3 titik berbentuk ubin berukuran 2,5 m x 2,5 m per hektare sawah.
3. Memotong padi hasil ubinan
4. Memisahkan bulir padi dari batangnya.
5. Menampi untuk memisahkan gabah hampa.
6. Menimbang padi hasil ubinan (termasuk gabah hampa.)

"Setelah itu timbang padi hasil pemisahan tadi. Hasil timbangan tersebut di kalikan 16 lalu di kalikan 80 persen," pungkas Mariani.

Pada kegiatan ubinan tersebut juga dihadiri oleh Mantri Tani, Agus Reski Dianto serta Supervisor Azizul Hakim.[advertorial]
loading...

Posting Komentar

0 Komentar