Ahli Konstruksi Mesti Dilibatkan dalam Pembongkaran Baliho Bando

BANJARMASIN, MK - Pembongkaran konstruksi reklame tentu harus memerlukan keahlian khusus. Apalagi reklame itu berada di atas media jalan. Dengan kata lain jangan sampai aktivitas ini menimbulkan korban.  

Apalagi reklame yang dibongkar itu, berada di atas median jalan utama, sehingga jika tidak hati-hati, rawan mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Sisa meterialnya pun harus dibersihkan langsung.

Hal ini seperti diungkapkan Ketua komisi I DPRD Kota Banjarmasin Suyato, kepada wartawan, saat jumpa pers, Rabu (24/6/2020) lalu.

Menanggapi material konstruksi pembongkaran yang tampak masih berserakan, menurut Suyato sudah selayaknya menjadi kewajiban Satpol PP dan segera membersihkan demi kenyamanan pengguna jalan A Yani.

Jika bekas bongkoran konstruksi reklame atau baliho bando itu dibiarkan sampai berlarut-larut, bakal berdampak terhadap keselamatan pengguna jalan dan arus lalu lintas di kawasan itu.

"Jangan sampai menunggu jatuh korban, sebab sekali lagi bekas konstruksi pembongkaran baliho bando itu, sangat membayakan pengendara dan kelancaran arus lalulintas di kawasan itu," tegasnya.
 
Lebih jauh dijelaskan Awi panggilan akrabnya, pasca dibongkar kerangka baliho bando tersebut ada yang masih tergantung dan hanya diikat dengan tali. Karena letaknya di badan jalan, dikhawatirkan akan jatuh dan menimbulkan korban. 

Karena itu, Suyato kurang sependapat atas tindakan Satpol PP melakukan pembongkaran sendiri, tanpa meminta bantuan tenaga ahli atas konstruksi.

“Puing puing itu selain merusak pemandangan kota, juga berpotensi membuat pengguna jalan kecelakaan,” jelasnya.[toso]

loading...

Posting Komentar

0 Komentar