Usung Desain Pertanian Terpadu, BBPP Binuang Gelar Pelatihan di P4S Lau Kawar

TENGGARONG, MK - Sistem pertanian terpadu dapat dikembangkan di lahan yang sempit maupun lahan yang luas. Untuk lahan sempit dengan pertanian terpadu akan memaksimalkan produksi tanpa membuang limbah. 
Pertanian terpadu yang dikembangkan di lahan lebih luas dapat menjadi suatu pengembangan agribisnis yang menguntungkan.
Dengan tujuan meningkatkan keterampilan petani, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang bersama Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menggelar pelatihan bertajuk pelatihan teknis tematik pengelolaan tanaman terpadu Angkatan I, Kamis (6/2/2020).
Pelatihan ini juga bertujuan untuk menguraikan skenario pengelolaan “zero waste” sistem integrasi ternak dan tanaman serta agar petani mampu mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam integrasi ternak tanaman dan prosfek pengembangannya.
Pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari, dari 6 sampai dengan 8 Februari di Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Lau Kawarnyang beralamat di Jalan Soekarno–Hatta Km36 RT. 06 Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara.
"Pelatihan ini diikuti sebanyak 30 petani atau pelaku utama perwakilan dari 7 desa di Kecamatan Samboja," tutur Koordinator BPP Samboja Ibu Lasinah SP. 
Peserta, lanjutnya, akan dilatih oleh pelatih pertanian terpadu dari P4S Lau Kawar. Selain materi teori, peserta juga akan melakukan praktek pengelolaan limbah pertanian.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kabid Usaha dan Penyuluhan, Ananias S.Hut MP. Pembukaan dihadiri perwakilan Widyaiswara dari BBPP Binuang Adi Widiyanto SP MP, Staf Evaluasi BBPP Binuang Angga Bayu Saputra SST M.I.Kom, dan Kasie Penyuluhan Distanak Kukar Wahid SP.
Ananias dalam sambutannya saat pembukaan mengatakan, pelatihan ini sangat bermanfaat untuk petani di Kecamatan Samboja. Setidaknya dapat memberikan ilmu pengetahuan, keterampilan dan motivasi. 
"Apalagi Kabupaten Kukar akan menjadi Ibu Kota Negara yang baru. Saat ini kita memang perlu mempersiapkan petani-petani baru yang andal, milenial yang nantinya menjadi penopang ketersediaan pangan bagi Ibu Kota Negara,” tutup Ananias.[bayu]
loading...
TAG