Tunggu PKP2B Dirubah IUP, Arutmin Tetap Optimis

KOTABARU, MK – Mengusung tema "Himung Ulun, Bedapatan Pulang Sambil Bemaafan", halal bihalal digelar keluarga besar PT Arutmin Indonesia di aula Paris Barantai Kotabaru, Sabtu (6/7/2019). Di antara yang hadir datang dari Senakin dan Batulicin.
Tradisi pasca lebaran versi Arutmin ini turut dimeriahkan tari-tarian, atraksi kuda lumping, madihin khas Banjar, dan vokal grup istri karyawan PT Arutmin.
Di momen ini, CEO PT Arutmin Indonesia, Ido Hotna Hutabarat mengungkapkan, setelah tiga tahun sempat membaik, market batubara kembali menjadi lesu di tahun 2018. Ini dikarenakan permintaan batubara di eropa menurun, karena kebanyakan permintaan ke gas alam cair (LNG).
"Harga LNG turun, akibat perang dagang Amerika dan Cina. Kita juga belum tau sampai kapan situasi ini terjadi,” tutur Ido.
Menurutnya, Arutmin harus melakukan penghematan-penghematan pembiayaan. Bahkan pertemuan workshop dan rapat internal dalam waktu dekat segera digelar. Rapat internal ini untuk membicarakan tindakan apa yang akan diambil perusahaan selanjutnya, untuk menghadapi kelesuan bisnis batubara.
Kontrak PT Arutmin di Kotabaru sendiri berakhir hingga 2020. Dengan demikian perusahaan ini akan menunggu pemerintah terkait perpanjangan PKP2B menjadi IUPK yang baru.
"Seperti apa peraturan pemerintah?. Sampai saat ini kita masih menunggu perpanjangan IUPK,” terangnya.
Sementara itu, Presiden Direktur Kemal Djamil Siregar mengaku yakin pemerintah tetap memberikan yang terbaik, terkait izin terhadap tambang.
“Kami optimis pemerintah akan memberikan jalan yang terbaik untuk tambang PT Arutmin. PT Arutmin akan tetap bergerak di bidang pertambangan, karena kita besar dari tambang,” jelasnya.
Tampak hadir dalam halal bihalal Arutmin ini CEO Arutmin Indonesia Sanjay, GMO Arutmin Indonesia Sudirman Widhy Hartono, Port manager Nplct Kotabaru Hafis Syahrul Iwan, dan seluruh karyawan PT Arutmin Indonesia Nplct Senakin dan Batulicin.[zainuddin]
loading...

Posting Komentar

0 Komentar