KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab: Kapuas memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di tengah ancaman cuaca kering yang masih berlangsung. Hingga 30 Agustus 2026, BPBD Kapuas mencatat 14.517 titik panas, 173 kejadian karhutla dan luas area terbakar mencapai 1.002,92 hektare.
Perkembangan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lanjutan terkait penentuan status bencana karhutla dan kekeringan di Ruang Rapat Kantor Bupati Kapuas, Senin 31 Agustus 2026 malam.
Rapat dipimpin Bupati Kapuas HM Wiyatno, didampingi Wakil Bupati Dodo dan Sekda Kapuas Usis I Sangkai. Kepala Pelaksana BPBD Kapuas Pangeran S. Pandiamgan memaparkan kondisi cuaca, perkembangan titik panas, kejadian karhutla hingga dampak kekeringan terhadap masyarakat.
Berdasarkan data BMKG yang dipaparkan BPBD, curah hujan di Kalimantan Tengah pada September 2026 diprediksi berada pada kategori rendah, yakni 0–100 milimeter. Kapuas juga masuk kategori Siaga dalam peringatan dini kekeringan meteorologis dasarian III Agustus 2026. Sejumlah wilayah bahkan mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori panjang hingga kekeringan ekstrem.
Penanganan karhutla terus dilakukan. BPBD mencatat 121 kali pemadaman darat, tiga kali pemadaman udara menggunakan water bombing dan 89 kali pengecekan hotspot maupun kejadian karhutla.
Mantangai menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi berdasarkan rekapitulasi BPBD, mencapai 8.173 titik. Berikutnya Kapuas Tengah 2.716 titik, Dadahup 953 titik, Timpah 821 titik dan Kapuas Murung 708 titik.
Kemarau turut menekan ketersediaan air bersih. Perumdam Kapuas memberlakukan pengaliran air secara bergilir sejak 11 Agustus 2026 akibat intrusi air laut ke Sungai Kapuas Murung yang membuat air baku menjadi asin. Distribusi air melalui mobil tangki dan jaringan pipa dilakukan untuk wilayah yang tidak terjangkau aliran.
“Kondisi Karhutla dan kekeringan harus ditangani secara serius, terpadu dan berdasarkan data faktual di lapangan,” kata Wiyatno, dikutip dari situs resmi Pemkab Kapuas, Selasa (1/9/2026).
Ia meminta BPBD dan perangkat daerah memperkuat pemantauan hotspot serta koordinasi dengan TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kecamatan dan desa. Bantuan air bersih bagi warga terdampak juga diminta terus dipastikan.
Sebagai tindak lanjut, BPBD menyiapkan Posko Induk dan Posko Sekretariat/Crisis Center di Kantor BPBD Kapuas. Pos lapangan direncanakan berada di Dadahup, Kapuas Murung, Basarang/Kapuas Barat, Kapuas Timur dan Mantangai.
Operasi lapangan mencakup pemadaman darat, patroli, pengecekan hotspot, sosialisasi pencegahanj karhutla, pengaktifan ruang oksigen serta distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan.[zulkifli]
Tags
kapuas
