TMMD ke-129 Kodim 1011/Kapuas Resmi Ditutup, Hasil Pembangunan Diminta Terus Dijaga

TMMD ke-129 Kodim 1011/Kapuas Resmi Ditutup, Hasil Pembangunan Diminta Terus Dijaga

FOTO bersama Penutupan TMMD ke-129 Kodim 1011/Kapuas.| foto : zulkifli

KUALA KAPUAS – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 1011/Kapuas resmi ditutup setelah berlangsung selama hampir satu bulan di Desa Bandar Raya  Kecamatan Tamban Catur, Kabupaten Kapuas.

Penutupan digelar di Lapangan Sepak Bola Desa Warnasari, Kamis (13/8/2026), dipimpin Kasdam XXII/Tambun Bungai Brigjen TNI Sugiyono, M.Si. Upacara dihadiri Wakil Bupati Kapuas Dodo, Wakapolres Kapuas Kompol Susilawati, jajaran Forkopimda, pejabat TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tamu undangan.

TMMD ke-129 berlangsung sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Selama kegiatan, prajurit TNI bekerja bersama pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat mengerjakan berbagai sasaran pembangunan di wilayah tersebut.

Dandim 1011/Kuala Kapuas Letkol Inf Deky Febrianto, S.Hub.Int., M.H.I., selaku Dansatgas TMMD ke-129, dalam kesempatan itu menyampaikan progres dan capaian pembangunan yang telah dikerjakan selama pelaksanaan program.

Kasdam XXII/Tambun Bungai Brigjen TNI Sugiyono kemudian membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak selaku Penanggung Jawab Operasional (PJO) TMMD.

Dalam amanatnya, Kasad menekankan bahwa pekerjaan Satgas tidak berhenti ketika upacara penutupan selesai. Hasil pembangunan harus dirawat dan dimanfaatkan masyarakat.

“Penutupan TMMD pada hari ini menandai berakhirnya masa pelaksanaan kegiatan, tetapi kepedulian dan tanggung jawab terhadap hasil pembangunan harus terus dilanjutkan,” kata Sugiyono saat membacakan amanat Kasad.

Kasad menyebut TMMD merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada masyarakat melalui pendekatan lintas sektoral. Program tersebut diarahkan untuk membantu pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah sasaran.

Ukuran keberhasilan TMMD, lanjutnya, bukan sekadar berapa banyak sasaran fisik yang dibangun atau diperbaiki. Hasilnya harus terasa dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.

Pembangunan diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, membuka akses perekonomian, meningkatkan kualitas kesehatan, serta mendorong kemandirian masyarakat.

Karena itu, sasaran TMMD ditentukan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kondisi nyata di lapangan. Masukan warga menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan program yang dikerjakan.

Program TMMD ke-129 juga mencakup kegiatan nonfisik. Penyuluhan, sosialisasi dan pembekalan diberikan kepada masyarakat dengan melibatkan pemerintah daerah serta instansi terkait.

Pelaksanaan TMMD kali ini turut disinergikan dengan lima program unggulan TNI AD. Program tersebut meliputi ketahanan pangan, TNI Manunggal Air, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan MCK, percepatan penurunan stunting, serta Bersatu dengan Alam.

Kasad meminta pemerintah daerah, satuan kewilayahan dan masyarakat menjaga hasil pembangunan secara bersama-sama.

Semangat gotong royong yang tumbuh selama satu bulan pelaksanaan TMMD juga diminta tetap dipelihara. Kebersamaan antara prajurit dan masyarakat diharapkan terus menjadi modal dalam menyelesaikan persoalan di wilayah.

Selain kegiatan upacara, penutupan TMMD di Desa Warnasari diramaikan sejumlah layanan untuk masyarakat. Di antaranya bazar UMKM, cek kesehatan gratis dan donor darah.

Masyarakat juga mendapat akses pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor, perekaman e-KTP, serta pembuatan akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA).

Kasad turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit Satgas TMMD, pemerintah daerah, instansi terkait, mitra TNI AD dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

Dengan ditutupnya TMMD ke-129 pada Kamis (13/8/2026), masa tugas Satgas secara resmi berakhir. Namun, pekerjaan berikutnya berada di tangan pemerintah dan masyarakat untuk menjaga hasil pembangunan agar manfaatnya bertahan dalam jangka panjang.[zulkifli]
Lebih baru Lebih lama